Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar melakukan Survey Pelestarian Cagar Budaya bersama Tim Badan Pelestarian Kebudayaan Provinsi Aceh di Makam Maharaja Gurah, Gampong Gurah, Kecamatan Peukan Bada sebagai upaya memperkuat edukasi sejarah.

"Pelestarian situs-situs penting Aceh dan berharga di masa silam ini merupakan bagian untuk media edukasi untuk pendidikan masa depan," kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Fahrurrazi di Peukan Bada, Jumat.

Ia menjelaskan dalam catatan sejarah Maharaja Gurah adalah sebagai salah satu panglima atau mentri di bidang kehutanan atau hewan seperti menangani gajah juga harimau dan marga satwa lainnya.

Menurut dia perawatan situs-situs harus dilakukan oleh pemerintah dengan menyediakan anggaran secara rutin termasuk biaya perawatan, biaya khadam atau penjaga, biaya penjaga kebersihan, biaya pemugaran.

"Kita berharap Pemerintah Aceh melalui dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar dapat mengambil langkah yang tepat, mengingat bahwa ini adalah suatu situs yang sangat berharga di masa lampau dan sebagai media edukasi untuk pendidikan di masa depan," katanya.

Ia menambahkan situs sejarah  makam ahli, ulama, umara juga bisa menunjang pariwisata daerah dan menjadi bagian dari penarik minat  destinasi wisata religi.
 



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025