Banda Aceh (ANTARA) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI memusatkan peringatan hari HAM Internasional 2025 di Banda Aceh, sekaligus bagian dari memperingati 20 tahun MoU Helsinki atau perdamaian Aceh.

"Kami berencana menyelenggarakan hari HAM Internasional 2025 di Banda Aceh, dan kita minta dukungan dari pemerintah Aceh," kata Koordinator Sub Komisi Pemajuan HAM Komnas HAM RI, Atnike Nova Sigiro, di Banda Aceh, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Atnike Nova Sigiro usai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah perihal dukungan pelaksanaan hari HAM Internasional di Banda Aceh pada 9-10 Desember 2025 mendatang.

Baca juga: Komnas HAM kecam insiden kematian Affan, driver ojol tewas dilindas rantis

Peringatan HAM Internasional 2025 di Banda Aceh nantinya diisi dengan ragam kegiatan, mulai dari seminar, workshop, kebudayaan, kunjungan ke situs bersejarah, dan lainnya dalam lingkup Kota Banda Aceh.

Dirinya menyampaikan, pelaksanakan hari HAM Internasional tahun ini di Aceh juga merupakan salah satu ikhtiar memperingati 20 tahun perjanjian perdamaian Aceh.

Menurutnya, damai MoU Helsinki ini telah memberikan pelajaran penting bagi Indonesia dan dunia mengenai Aceh yang berhasil merawat rasa kemanusiaan dan perdamaian selama 20 tahun. 

"Kami ingin agar perdamaian Aceh ini terus berlanjut dan menjadi contoh, bahwa perdamaian Aceh berlanjut, dan masyarakat Aceh semakin sejahtera," ujarnya.

Peringatan HAM Internasional di Aceh ini, lanjut dia, nantinya melibatkan unsur pemerintah Aceh, perwakilan lembaga internasional, kelompok masyarakat di Aceh seperti tokoh agama, akademisi, CSO, perempuan. 

"Kemudian, nantinya kami juga mengajak serta pihak kementerian/lembaga di nasional agar turut serta mendukung dan memperkuat komitmen pemerintah dalam mendukung perdamaian di Aceh," kata Atnike.


Baca juga: Komnas HAM Aceh: Korban HAM berat harap kelanjutan program pemulihan

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah menyambut baik rencana Komnas HAM RI memperingati hari HAM Internasional di Banda Aceh, dan menegaskan bahwa Pemerintah Aceh bakal memberikan dukungan penuh. Apalagi dibungkus dengan merawat perdamaian Aceh.

"Kami pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya. Karena ini berhubungan dengan perdamaian, mungkin nanti leading sektornya di Badan Reintegrasi Aceh (BRA)," kata Fadhlullah.

Fadhullah berharap, kegiatan tersebut dapat berjalan lancar, apalagi ikut mengundang perwakilan nasional hingga lembaga internasional. Pemerintah Aceh, bakal memberikan tempat yang representatif.

Dalam kesempatan ini, Kepala Sekretariat Komnas HAM RI, Sepriady Utama menegaskan bahwa peringatan hari HAM Internasional tersebut secara garis besar bakal mengangkat tema mengenai merawat perdamaian Aceh.

"Secara garis besar kegiatan ini juga bermaksud untuk meningkatkan kesadaran publik, merawat perdamaian, penguatan kolaborasi, hingga hari terwujudnya penyelesaian pelanggaran HAM di Aceh," demikian Sepriady Utama.


Baca juga: Komnas HAM masih selidiki peristiwa dugaan HAM berat di Bumi Flora Aceh Timur



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025