Calang (ANTARA) - Pemerintah Aceh Jaya melalui PT Bara Jaya (Perseroda) yang bekerjasama dengan PT Pada Semesta Utama (PSU) mencanangkan ekspor 30 ribu metrik ton batubara ke India langsung melalui pelabuhan Calang, Kabupaten Aceh Jaya.

"Melalui kerjasama dengan PT PSU sebagai eksportir, kita akan melakukan ekspor batubara melalui pelabuhan Calang ke negara India," kata Direktur Utama PT Bara Jaya, Reza, di Aceh Jaya, Senin.

Reza menyampaikan, dalam proses ini, PT Bara Jaya sebagai penyedia lahan untuk stockpile (persediaan) batubara. Sedangkan holing dan bongkar muat di bawah PT PSU.

Ekspor batubara melalui pelabuhan Calang ini direncanakan pada pertengahan September atau Oktober 2025. 

"Rencananya untuk tahap awal akan dilakukan ekspor melalui pelabuhan Calang sebanyak 30 ribu metrik ton," ujarnya.

Selain PT PSU sebagai hauling dan eksportir, kegiatan ekspor ini juga mendapatkan dukungan dari PT Agrabudi Jasa Bersama (AJB) dan PT Indonesia Pacific Energy (IPE) sebagai pemilik IUP tambang. 

Baca: Ekspor CPO via pelabuhan Calang ke India terkendala cuaca

Dirinya menjelaskan, adapun batubara tersebut nantinya dibawa dari Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, kemudian dilakukan penumpukan di tanah pemerintah daerah yang berdekatan dengan pelabuhan Calang. 

Kemudian, lanjut dia, dari sisi pendapatan pada kegiatan ekspor tersebut, pemerintah daerah menerima sebesar Rp5-7 ribu per metrik ton karena masih dibawah kelola PT PSU.

"Tetapi nantinya, jika sudah kita kelola sendiri, pendapatan daerah bisa mencapai Rp12-15 ribu per metrik ton," kata Reza. 

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Calang,  Zoelfikar AR menyambut baik wacana ekspor batubara ke India melalui pelabuhan Calang tersebut, tetapi harus mengikuti aturan yang berlaku.

"Disiapkan dulu seluruh dokumen perizinan yang ada untuk bisa masuk ke pelabuhan," katanya.

Ia menyampaikan, karena ekspor batubara ini diambil dan dibawa dari Meulaboh Aceh Barat menuju stockpile yang disediakan Pemerintah Aceh Jaya, maka secara otomatis izin Amdal dan lainnya harus disiapkan. 

"Sebelum masuk ke pelabuhan pastinya pihak perusahaan juga harus menyiapkan dulu perizinan baik itu izin lingkungan, Amdal dan izin dari masyarakat, kalau itu sudah ada baru bawa masuk melalui pelabuhan Calang," demikian Zoelfikar AR. 

Baca: Aktivitas bongkar muat meningkat, Pelabuhan Calang butuh perbaikan



Pewarta: Arif Hidayat
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2025