Denpasar (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga memperluas cakupan desa energi berdikari di Bali, dengan menyasar Desa Besakih, Kabupaten Karangasem karena merupakan salah satu hulu Pulau Dewata yang memiliki kawasan hutan desa.
"Selain desa bisa mandiri energi, juga memberdayakan masyarakat mengelola potensi lokal secara berkelanjutan," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari, di Denpasar, Sabtu (12/7).
Kawasan hutan Desa Besakih yang berada di lereng Gunung Agung itu, dikelola Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Maha Wana Basuki.
Melalui program itu, masyarakat sekitar tidak hanya melakukan penghijauan, tapi juga mengembangkan produk berbasis hasil hutan dan ekowisata berbasis kearifan lokal, Tri Hita Karana atau tiga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, alam dan sesama manusia.
Dengan desa energi berdikari, Desa Besakih kini dilengkapi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kilowatt peak (kWp) dengan baterai penyimpanan berkapasitas 20 kilowatt per jam (kWh).
Energi yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan untuk mendukung operasional petani menggunakan mesin pengolah madu hutan secara otomatis dan untuk penerangan di kawasan wisata berkemah.
Program energi terbarukan itu dilaksanakan oleh unit operasi BUMN bidang minyak dan gas bumi tersebut, yakni Terminal BBM Terintegrasi di Manggis, Kabupaten Karangasem.
Heppy mengharapkan program itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dengan potensi peningkatan pendapatan diperkirakan hingga Rp123 juta per bulan dari sektor pariwisata dan hasil hutan non-kayu.
Ketua LPHD Maha Wana Desa Besakih I Nyoman Artana mengatakan hutan Desa Besakih dikelola dengan mengedepankan aspek keseimbangan lingkungan, karena lokasi itu hulu Pulau Bali.
"Apabila lokasi itu tidak dipelihara dengan baik, maka akan mempengaruhi potensi bencana alam dan perubahan iklim di Bali," ujar Artana.
Desa energi berdikari di Denpasar sebelumnya telah hadir di Kelurahan Serangan dan Kelurahan Peguyangan.
Di Serangan, program itu untuk mendukung konservasi penyu berbasis masyarakat, dilengkapi PLTS berkapasitas 8,72 kWp dan 10 kWh, di antaranya untuk edukasi, pelestarian dan penanganan kesehatan penyu dengan alat medis listrik
Sedangkan di Kelurahan Peguyangan untuk mendukung pertanian lahan perkotaan terintegrasi yang dikelola oleh kelompok tani Uma Palak, memanfaatkan PLTS berkapasitas 21 kWp.
Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan sentuhan energi bersih dan mendukung edukasi wisata agroekologi.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026