Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengusulkan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam banjir bandang tahun 2025 ke pemerintah pusat sebesar Rp1,28 triliun guna membangun kembali sejumlah prasarana dan sarana publik yang rusak akibat bencana alam.
“Usulan dana rehab dan rekonstruksi senilai Rp1,2 triliun ini untuk membangun kembali sejumlah sarana yang rusak akibat bencana alam di Aceh Barat, dengan kurun waktu selama tiga tahun ke depan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat DR Kurdi di Meulaboh, Selasa.
Ia merinci, untuk kerusakan perumahan akibat bencana alam di Aceh Barat dengan berbagai kerusakan ringan, sedang dan berat tercatat sebesar Rp127,99 miliar lebih, kemudian di sektor rumah kerugian yang ditimbulkan sebesar Rp7,7 miliar lebih, sektor prasarana lingkungan menyebabkan kerugian sebesar Rp68,8 miliar lebih.
Untuk kerusakan sarana drainase lingkungan kerusakan yang ditimbulkan mencapai Rp51,34 miliar lebih, kerusakan infrastruktur akibat bencana alam banjir bandang di Kabupaten Aceh Barat mencapai Rp1 triliun lebih.
Kemudian untuk kerusakan sarana transportasi jumlah kerugian mencapai Rp697,9 miliar lebih, untuk penanganan jalan sebesar Rp616,9 miliar lebih, kerusakan fasilitas keagamaan masjid dan meunasah sebesar Rp3,2 miliar, lintas sektor Rp4,5 miliar, serta aneka dampak kerusakan lainnya.
Baca: Pemkab Aceh Barat sudah verifikasi 117 unit rumah rusak akibat banjir bandang
Kurdi mengatakan usulan sebesar Rp1,28 triliun tersebut sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, untuk melakukan penataan kembali sejumlah sarana publik dan permukiman masyarakat yang rusak akibat bencana alam ekologi dan bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025 .
“Usulan tersebut sebagai ikhtiar untuk menata kembali kerusakan parah akibat bencana alam,” katanya menambahkan.
Kurdi menyebutkan usulan tersebut nantinya akan dibahas di tingkat provinsi Aceh bersama Pemerintah Aceh dan jajaran pemerintah pusat, terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana alam pada menjelang akhir 2025.
“Usulan kita itu ada lima sektor sama seperti biasa, yaitu sektor perumahan kemudian sektor infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor. Pada pembahasan kemarin kita mengusulkan sekitar lebih kurang hampir Rp1,28 triliun untuk kebutuhan penanganan tiga tahun di Aceh Barat, baik nilai kerusakan maupun kerugian akibat bencana alam,” kata Kurdi.
Baca: Seluruh pengungsi korban banjir di Aceh Barat sudah kembali ke rumah
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026