Aceh Tamiang (ANTARA) - Palawa Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa alat filter penjernih air minum untuk korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.
"Donasi kali ini bukan berupa sembako, tapi kebutuhan dasar untuk warga yaitu alat penjernih air bersih dan minum untuk kebutuhan komunal," kata Relawan Palawa Unpad, Sofyan, di Aceh Tamiang, Minggu.
Sofyan mengatakan, bantuan filter penjernih air ini disalurkan untuk Desa Pahlawan, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang yang merupakan salah satu desa terdampak banjir terparah.
Pascabanjir, warga disana sangat membutuhkan air bersih dan air minum. Pasalnya, sumur-sumur telaga milik warga setempat airnya keruh akibat terbenam lumpur.
"Sasaran penerima manfaat diutamakan bagi warga yang tidak berlangganan PDAM. Jadi filter sederhana ini bisa menjernihkan air keruh bahkan bisa langsung diminum tanpa direbus," ujarnya.
Dirinya menjelaskan, filter berbahan plastik merk Nazava Protect ini berkapasitas 7.000 liter, mampu menghasilkan air jernih 2-3 liter per jam dan bergaransi sampai tiga tahun pemakaian.
Masing-masing alat ini, dilengkapi satu kran tanpa listrik dan tanpa direbus dan telah teruji di laboratorium. Selain alat penjernih air, Palawa Unpad juga membantu tangki air/tandon, tikar lipat dan kelambu.
"Kami akan pasang politank kapasitas 1.500 liter di posko bantuan kemanusiaan Palawa Unpad di Aceh Tamiang. Donasi ini bersifat jangka panjang sesuai kebutuhan warga di lapangan," kata Sofyan.
Sementara itu Koordinator relawan Palawa Unpad yang juga Kepala Biro ANTARA Jawa Barat, Riza Fahriza mengatakan, setelah filter penjernih air dikirim ke Posko Aceh Tamiang, ke depan Palawa Unpad bakal membangun sumur bor sebagai langkah recovery untuk kepentingan umum warga terdampak.
"Jadi donasi ini kita atur secara bertahap. Hari ini warga butuh air bersih untuk konsumsi, kita kirim filter penjernih air lengkap dengan tandon. Dalam waktu dekat menyusul bantuan sumur bor, minimal bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga secara komunal dalam satu hingga dua dusun," kata Riza.
Riza menambahkan, pihaknya juga terus menggalang donasi dari berbagai pihak di Kota Bandung untuk membantu korban bencana di sumatera. Biasanya, donasi Palawa Unpad dikirim berbentuk uang, lalu dibelanjakan barang di daerah bencana.
"Alhamdulillah posko kita sudah berdiri di Desa Pahlawan, Aceh Tamiang dan sudah tiga kali menyalurkan bansos ke warga terdampak," demikian Riza Fahriza.
Pewarta: Dede HarisonEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026