Aceh Tamiang (ANTARA) - Sejumlah wartawan dari daerah Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa kebutuhan dasar serta kain sarung dari warga Indonesia di Inggris untuk korban banjir bandang di Aceh Tamiang.
"Bantuan kemanusiaan ini bersumber dari teman-teman di Inggris dan negara lain (diaspora) termasuk dari Indonesia, ada Medan dan pulau Jawa," kata jurnalis senior sekaligus mantan produser BBC Siaran Indonesia, Asyari Usman, di Aceh Tamiang, Jumat.
Asyari menuturkan, pihaknya sudah dua kali mengunjungi Aceh Tamiang sembari menyalurkan bantuan berupa sembako dan beragam snack untuk anak-anak di tenda darurat.
Pertama, mereka mencari desa terdampak terparah yakni Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang dan Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru.
Kondisi permukiman di dua desa tersebut porak poranda 'disapu' banjir karena berlokasi langsung di bantaran sungai Aceh Tamiang.
Sementara bantuan kali ini, kata dia, didistribusikan di posko Media Center Aceh Tamiang dengan sasaran organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tamiang yang secara keseluruhan juga terdampak bencana banjir (mengungsi).
"Jadi ada rekan-rekan se-profesi kita di Aceh Tamiang khususnya yang tergabung dalam PWI juga terimbas bencana langsung. Banyak yang mengungsi, tapi mereka juga meliput bencana, meski wartawan sebenarnya korban yang kehilangan tempat tinggal," ujarnya.
Baca: Personel gabungan Polda Aceh bersihkan SMP di Aceh Tamiang
Selain untuk PWI, mereka juga menyalurkan bantuan yang sama kepada para pengungsi yang saat ini menunggu direlokasi ke rumah hunian sementara (huntara).
"Kami sedang ditunggu warga juga di kawasan Kota Kuala Simpang. Jadi separuh bantuan ini akan kami drop di sana, buat mereka para penyintas penyintas bencana banjir yang kehilangan harta benda bahkan keluarga," katanya.
Sementara itu, Eks wartawan BBC Indonesia, Maskur Abdullah menambahkan, adapun target bantuan mereka selanjutnya bergerak ke kampung-kampung yang belum teraliri listrik PLN.
"Kami mencari kampung yang masih gelap. Rencana kita akan memberi bantuan mesin genset untuk masjid yang belum dialiri listrik PLN," katanya.
Dalam kesempatan ini, Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan megucapkan terimakasih dan rasa syukur atas kepedulian wartawan senior asal Sumut berkunjung ke Posko Media Center Aceh Tamiang dengan mambawa bantuan sosial.
Menurutnya, dari 18 anggota dan pengurus PWI Aceh Tamiang seluruhnya menjadi korban banjir dan mayoritas mengungsi.
"Di awal banjir saya pun ikut mengungsi. Kalau tingkat kerusakan rumah anggota PWI hampir semua berat. Menjelang bulan Ramadhan tahun ini ada sejumlah anggota PWI bakal menghuni rumah huntara," demikian Erwan.
Baca: Aceh Tamiang butuh tambahan alat berat bersihkan sekolah
Pewarta: Dede HarisonEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026