Banda Aceh (ANTARA) - Polri melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Bireuen, Provinsi Aceh, melayani pengobatan pengungsi terdampak banjir di Desa Pulo Pineng Dua Meunasah, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Senin, mengatakan layanan kesehatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu pemulihan kondisi kesehatan warga pascabencana.
"Bakti kesehatan difokuskan pada pemeriksaan dan pengobatan serta pemberian obat-obatan secara gratis kepada para pengungsi banjir di Kabupaten Bireuen," katanya.
Pelayanan kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari tugas Polri untuk membantu masyarakat bangkit dan pulih setelah bencana, kata perwira menengah Polri tersebut.
"Melalui bakti kesehatan ini, Polri berupaya memastikan kondisi kesehatan masyarakat pengungsi tetap terjaga. Layanan kesehatan tersebut merupakan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat pascabencana," kata Erdi
Kehadiran layanan medis tersebut disambut antusias masyarakat terdampak bencana banjir yang terjadi akhir November 2025 tersebut. Selama ini, mereka mengalami keterbatasan akses pelayanan kesehatan akibat banjir dan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 101 orang pengungsi tercatat menerima layanan kesehatan. Keluhan terbanyak yang ditemukan meliputi demam sebanyak 22 orang, batuk 19 orang, tinea pedis 13 orang.
Berikut, hipertensi 12 orang, dermatitis sembilan orang, gastritis tujuh orang, influenza tujuh orang, arthritis enam orang, serta luka lecet satu orang. Jenis penyakit tersebut umumnya dipicu oleh kondisi lingkungan pascabanjir yang lembap dan kurang higienis.
Munasiah, bidan Pustu Pulo Pineng Dua Meunasah, mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas bantuan layanan kesehatan yang diberikan tim Sidokkes Polres Bireuen kepada masyarakat pengungsi.
"Kami terbantu dengan adanya bakti kesehatan dari Sidokkes Polres Bireuen. Banyak warga yang membutuhkan pengobatan, terutama lansia dan anak-anak. Kehadiran tim medis ini sangat meringankan beban kami di lapangan," kata Munasiah.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026