Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Aceh Besar Muharram Idris meninjau Gudang Pupuk Indonesia (PIM) guna memastikan ketersediaan pupuk bagi petani pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

"Saat ini di Aceh Besar telah memasuki musim tanam, karena kami ingin memastikan bahwa persediaan terpenuhi dan distribusi berjalan lancar di lapangan," katanya di Gampong Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa.

Ia menjelaskan pada awal bencana banjir dan longsor sempat terjadi kelangkaan pupuk akibat terputusnya akses jalan yang menjadi penghubung utama arus transportasi darat.

Menurut dia salah satu langkah yang diambil mengantisipasi ketersediaan pupuk yakni mendatangkan pupuk melalui jalur laut. 

Baca: Pemuda di Aceh Besar produksi lima ton pupuk dari kotoran hewan dalam sehari

Ia mengatakan saat ini stok pupuk di gudang masih tersedia dan sedang dalam proses pendistribusian ke kios-kios resmi di kecamatan melalui distributor.

“Alhamdulillah stok masih ada, hanya saja saat ini sedang dalam proses distribusi ke kios-kios. Kami minta masyarakat, khususnya petani di Aceh Besar, untuk bersabar karena pupuk akan terus berdatangan ke kios-kios di masing-masing kecamatan,” katanya.

Syech Muharram juga mengungkapkan bahwa pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebelumnya turut terdampak banjir sehingga sempat menghentikan aktivitas produksi.

Bupati Aceh Besar berharap ketersediaan pupuk yang kembali normal dapat mendukung musim tanam dan menjaga hasil panen petani agar tetap optimal.



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026