Banda Aceh (ANTARA) - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah kembali menyuarakan agar uang lauk pauk yang dialokasikan untuk korban banjir dan longsor Aceh dapat dibagikan kepada korban sebelum menghuni hunian sementara (huntara).
"Kami usulkan agar uang lauk bagi korban bencana dapat disalurkan diprioritaskan bagi mereka yang saat ini masih bertahan di tenda pengungsian," kata Fadhlullah di Banda Aceh, Selasa.
Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat virtual yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian dan turut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekda Aceh M. Nasir, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Ia menjelaskan bantuan lauk pauk sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari, atau setara Rp450 ribu per bulan perlu diprioritaskan bagi mereka yang saat ini masih mengungsi sesuai dengan data yang telah tersedia.
"Bantuan tersebut tentu akan membantu memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, mengingat harta benda juga hilang akibat banjir dan longsor," katanya.
Karena itu ia berharap agar pemerintah pusat dapat mempertimbangkan usulan lauk pauk selama tiga bulan sesuai dengan jumlah anggota keluarga dapat disalurkan
Dalam pertemuan strategis tersebut, Pemerintah Aceh juga mengusulkan skema bantuan komprehensif bagi warga terdampak yakni bagi kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang serta ringan untuk mendapatkan uang pengisian rumah.
"Tadi saya jelaskan juga bahwa uang pengganti perabot itu perlu juga diusulkan oleh pemerintah daerah untuk rumah rusak ringan, karena perabotan ikut rusak menyusul air juga ikut masuk ke dalam rumah," katanya.
Selain itu uang pemulihan ekonomi sebesar Rp5 juta juga harus diberikan kepada seluruh korban bencana banjir dan longsor sesuai dengan data dari setiap kabupaten/kota.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan kajian mendalam terhadap usulan Pemerintah Aceh.
Ia menegaskan bahwa akurasi data menjadi kunci utama dalam pendistribusian bantuan tersebut.
"Kami akan pelajari terlebih dahulu. Pastinya, bantuan akan disalurkan dengan skema by name by address untuk memastikan semuanya tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," katanya.
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026