Banda Aceh (ANTARA) - Seratusan murid Madrasah ibtidaiah Negeri (MIN) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, yang terdampak banjir bandang menerima bantuan juz amma, alat tulis, susu, dan makanan ringan.

Penyerahan bantuan berlangsung pada hari pertama masuk sekolah di MIN 2 Pidie Jaya di Pidie Jaya, Senin.

Kepala MIN 2 Pidie Jaya Rusli mengatakan jumlah peserta didik di sekolah tersebut sebanyak 184 orang. Sedangkan yang hadir pada hari pertama sekitar 100-an orang karena hampir sebagian besar mereka tinggal di pengungsian.

"Hari ini anak-anak menerima bantuan berupa juz amma dan alat tulis serta ada juga susu dan makanan ringan. Bantuan ini dari mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh," katanya.

MIN 2 Pidie Jaya termasuk sekolah terdampak parah banjir bandang meluapnya Krueng (sungai) Meureudu. Banjir bandang menyebabkan bangunan sekolah terendam air bercampur lumpur hingga lebih satu meter.

Sekolah tersebut berada tidak jauh dari Jembatan Meureudu. Jembatan tersebut sempat putus akibat banjir bandang, sehingga akses transportasi darat di jalan nasional Banda Aceh-Lhokseumawe putus total.

Kini, lumpur di dalam ruang kelas terlihat sudah dibersihkan. Hanya saja, halaman sekolah tersebut masih berlumpur, sehingga para murid tidak dapat bermain di tempat itu.

"Hari ini, anak-anak mulai sekolah setelah bencana yang terjadi pada akhir November 2025. Sedangkan proses belajar mengajar belum terlaksana karena kondisinya belum memungkinkan," katanya.

Menurut Rusli, kursi dan meja belajar peserta didik sebagian tidak dapat digunakan. Sedangkan mobiler sekolah hampir semuanya tidak bisa digunakan setelah terendam banjir.

"Keluarga peserta didik sebagian besar masih di pengungsian. Mereka juga tidak memiliki seragam maupun peralatan dan perlengkapan belajar mengajar. Kami berharap ada bantuan tersebut secepat mungkin," kata Rusli.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026