Aceh Timur (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Timur menerapkan kurikulum darurat kegiatan belajar mengajar (KBM) di daerah itu pascabanjir yang terjadi akhir November 2025.

Kepala Disdikbud Kabupaten Aceh Timur Bustami di Aceh Timur, Selasa, mengatakan kegiatan belajar mengajar pascabencana sudah dimulai sejak 5 Januari 2026 diikuti seluruh peserta didik di kabupaten tersebut.

"Seluruh peserta didik di Kabupaten Aceh Timur telah kembali aktif mengikuti proses belajar mengajar. Kami juga menerapkan kurikulum darurat karena banyak peserta didik menjadi korban banjir dan sekolah terdampak bencana," katanya.

Penerapan kurikulum darurat, kata dia, dilakukan dengan menyesuaikan kondisi sekolah terdampak, baik dari segi waktu, metode pembelajaran, hingga tempat belajar. 

Bustami mengatakan hal tersebut dilakukan agar siswa tetap mendapatkan pembelajaran yang esensial tanpa memberatkan mereka maupun tenaga pendidik.

Berdasarkan data sementara, kata dia, sebanyak 173 sekolah dasar (SD) dan 50 sekolah menengah pertama (SMP) terdampak banjir. Tiga sekolah dasar di antaranya rusak total dan hilang terbawa arus banjir. 

Baca: Mendikdasmen: 18 sekolah di Aceh belajar di tenda

"Untuk sekolah yang bangunannya rusak berat dan hilang, proses belajar mengajar tetap dilakukan secara darurat. Peserta didik belajar di surau, tenda pengungsian, maupun fasilitas sementara lainnya," kata Bustami.

Ia menyebutkan beberapa sekolah yang belum dapat digunakan untuk KBM karena kerusakan yang cukup parah.  Sekolah tersebut di antaranya SMP Negeri 5 Pante Bidari, SMP Negeri 3 Pante Bidari, serta SMP Negeri 5 Pante Bidari Sijudo.

"Sekolah-sekolah ini masih belum bisa menggunakan ruang kelas karena kondisi bangunan yang rusak. Namun proses belajar tetap berjalan dengan sistem darurat di lokasi yang aman," kata Bustami.

Bustami mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan  instansi terkait untuk percepatan perbaikan dan pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak agar pemulihan sektor pendidikan dapat segera terealisasi. Pihak juga berkomitmen memastikan pendidikan anak-anak Aceh Timur tetap berjalan.

"Keselamatan dan keberlangsungan belajar siswa menjadi prioritas utama kami pasca bencana ini," kata Bustami.

Baca: Mendikdasmen: Terima kasih telah bersihkan sekolah terdampak bencana



Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026