Banda Aceh (ANTARA) - Badan Baitul Mal Aceh (BMA) menyerahkan dan bantuan pemasangan kaki palsu untuk 36 mustahik se Aceh dengan total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp600 juta dari dana zakat terhimpun selama 2025.
“Dana zakat yang dianggarkan untuk program bantuan kaki palsu ini sebanyak Rp2 miliar. Adapun Jumlah realisasinya Rp600 juta untuk 36 penerima kaki palsu,” kata Ketua BMA Tgk Muhammad Yunus M Yusuf di Banda Aceh, Selasa.
Muhammad Yunus mengatakan, penyerahan dan pemasangan bantuan kaki palsu ini juga bagian dari kerjasama yang sudah terjalin antara Baitul Mal Aceh dengan RSUDZA sejak 2024.
Ke depannya, kata dia, karena program ini sangat dibutuhkan masyarakat, maka diusahakan semaksimal mungkin berlanjut untuk disalurkan.
"Jika dana yang dianggarkan sebanyak Rp2 miliar, diharapkan dapat tersalurkan semuanya," ujarnya.
Kepada masyarakat Aceh, lanjut dia, yang memang ditakdirkan dalam keadaan cacat, agar jangan minder, karena di mata Allah SWT semuanya sama.
Baca: Baitul Mal Aceh salurkan zakat untuk biaya hidup Rp3,2 miliar ke 2.082 mustahik
"Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban para penerima, tetapi juga memberikan harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," kata M Yunus.
Sementara itu, Plt Direktur RSUDZA dr Hanif mengatakan, bantuan kaki palsu ini sudah berlangsung sejak 2024, awalnya sekitar 20 unit dan pada anggaran tahun 2025 sebanyak 36 unit, semua biaya dari dana zakat yang dikelola Baitul Mal Aceh.
Ia menjelaskan kaki palsu yang bisa diproduksi oleh RSUDZA masih jauh dari kecukupan yang dibutuhkan. Padahal dana yang disediakan Baitul Mal Aceh cukup besar. Tetapi, Tim RSUDZA baru sanggup memproduksi sebanyak yang diserahkan hari ini.
"Kita berharap kedepannya bisa lebih maksimal lagi, karena di Aceh yang membutuhkan kaki palsu cukup tinggi. Apalagi, harganya sangat mahal, jadi tidak semua masyarakat mampu untuk membeli kaki palsu tersebut," kata Hanif.
Dalam kesempatan ini, salah seorang penerima kaki palsu, Pocut Zahara Phonna (40) mengucapkan terima kasih kepada Baitul Mal Aceh atas bantuan yang diberikan.
Menurutnya, bantuan kaki palsu tersebut sangat membantunya untuk beraktivitas sehari-hari. Apalagi, dirinya sudah memakai kaki palsu sejak 2017 dan tentunya perlu diperbaharui.
“Terima kasih Baitul Mal Aceh atas bantuan kaki palsu sudah kami terima. Kami sangat bersyukur, senang karena telah diberikan bantuan ini," demikian Pocut Zahara.
Baca: Baitul Mal salurkan Rp3,19 miliar zakat untuk 600 penderita penyakit kronis di Aceh
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026