Banda Aceh (ANTARA) - Jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi Aceh sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 18,3 juta perjalanan kata pejabat di provinsi setempat.
"Angka kunjungan ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya 12,9 juta kunjungan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Dedy Yuswadi di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata Aceh masih memiliki daya tarik kuat, khususnya bagi wisatawan domestik.
"Pergerakan wisatawan di Aceh masih didominasi wisatawan nusantara. Ini menunjukkan Aceh tetap menjadi tujuan perjalanan favorit, baik untuk wisata alam, religi, maupun budaya,” kata Dedy.
Dedy mengakui saat ini Aceh sedang menghadapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah yang ikut terdampak pada sektor pariwisata.
Ia mengatakan banjir yang melanda Aceh pada akhir November 2025 itu menyebabkan beberapa destinasi wisata di wilayah tengah Aceh mengalami kerusakan.
“Beberapa destinasi wisata, terutama di daerah tengah, terdampak dan mengalami kerusakan,” katanya.
Disbudpar Aceh berharap kondisi tersebut dapat segera pulih sehingga aktivitas pariwisata kembali normal.
“Kami berharap kondisi ini segera pulih. Pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan penanganan dan pemulihan agar destinasi wisata bisa kembali dikunjungi dengan aman,” kata Dedy.
Ia menambahkan, pihaknya tetap optimistis pariwisata Aceh akan bangkit, seiring upaya pemulihan pascabencana.
Disbudpar Aceh juga akan melakukan penguatan promosi dan penyelenggaraan event budaya di berbagai daerah.
Pihaknya menyakini dengan dukungan semua pihak dan masyarakat, sektor pariwisata Aceh dapat kembali tumbuh dan bergerak positif.
Berdasarkan data perjalanan wisatawan Aceh tahun 2025, total perjalanan wisatawan nusantara mencapai 18.304.295, sedangkan wisman tercatat 41.489 perjalanan.
Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada April 2025 dengan total 2.443.461 perjalanan, seiring momentum libur panjang. Rata-rata kunjungan wisatawan setiap bulannya berada di angka di atas 1 juta.
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026