Aceh Tamiang (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut RI) menyatakan bahwa kayu-kayu yang dibawa banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan peruntukannya.
"Kayu-kayu yang besar itu boleh dimanfaatkan, yang nantinya kita serahkan kepada daerah," kata Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan antar Lembaga Kemenhut, Fahrizal Fitri, di Aceh Tamiang, Rabu.
Sedangkan kayu yang tidak memiliki nilai ekonomis (ranting kecil dan serpihan) didorong ke pinggir ditumpuk menjadi benteng tanggul pengaman kompleks pesantren.
Sebagai informasi, saat ini Kemenhut sedang melakukan operasi pembersihan kayu hanyut akibat bencana banjir di Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Terpadu Darul Mukhlisin di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, dan bakal segera bersih.
Pembersihan ini melibatkan tim gabungan dari UPT Kemenhut Aceh - Sumatera Utara dan TNI/Polri, Kementerian PU, dan BNPB tengah melakukan pemilahan kayu yang berukuran besar untuk bisa dimanfaatkan sesuai peruntukan. Kemenhut sendiri mengerahkan 37 alat berat.
Baca: Bupati Aceh Timur temukan tumpukan kayu di wilayah bencana
Fahrizal menjelaskan, proses evakuasi, kayu log dipotong sepanjang 3-4 meter, kemudian diangkut truk keluar dari pesantren ke TPA (tempat penumpukan) sejauh sekitar 700 meter di tepi sungai Tanjung Karang.
Lalu, kayu ditumpuk untuk kemudian dilak pengukuran dan penomoran oleh petugas Balai Pengelolaan Hutan Lestari. Setelah proses itu selesai, jumlah kayu yang sudah diidentifikasi Kemenhut bakal diserahkan ke pemerintah daerah.
"Tentunya penyerahan itu dengan peruntukannya. Nanti kita minta daerah dimanfaatkan untuk bahan pembangunan hunian sementara, hunian tetap, perbaikan rumah penduduk, fasilitas sosial masjid dan sekolah-sekolah, itu kita utamakan. Tapi tidak untuk diperdagangkan," ujarnya.
Adapun tumpukan material kayu dari dalam pesantren Darul Mukhlisin yang bisa dimanfaatkan diperkirakan mencapai 500 kubik.
Dirinya mengungkapkan, pemanfaatan kayu temuan bencana tersebut juga sudah dibahas oleh Bupati Armia Fahmi dan unsur Forkopimda pada saat kunjungan Wamenhut Rohmat Marzuki ke Aceh Tamiang pada pekan lalu (21/12).
Pewarta: Dede HarisonEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026