Denpasar (ANTARA) -
BUMD, PT Bank BPD Bali mengucurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebanyak Rp1,76 triliun selama 2025 kepada 8.946 debitur di seluruh Bali guna mendukung ekonomi daerah.
“Kami tidak hanya sekadar menyalurkan modal, tetapi memastikan modal tersebut efektif mendorong UMKM naik kelas,” kata Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma di Denpasar, Bali, Sabtu.
Ia menjelaskan komposisi penyaluran KUR itu mencapai 61 persen pada sektor produksi dan 39 persen pada sektor non-produksi.
Realisasi KUR 2025 itu mencakup segmen kecil sebesar Rp1,44 triliun kepada 4.903 debitur, kemudian usaha mikro tercatat sebesar Rp320 miliar kepada 3.988 debitur serta usaha super mikro tersalurkan sebesar Rp550 juta kepada 55 debitur.
Sedangkan kualitas kredit dari rasio kredit bermasalah (NPL gross) tergolong rendah mencapai 0,80 persen.
Terhadap capaian itu, Bank BPD Bali mendapat apresiasi dari Kementerian Perekonomian sebagai salah satu dari empat lembaga keuangan di Regional Jawa II, Bali, Nusa Tenggara yang menyalurkan lebih dari 60 persen KUR ke sektor produksi terutama pertanian, industri pengolahan dan perikanan.
"Kami akan terus mengakselerasi pemberdayaan UMKM serta perekonomian daerah. Hal ini merupakan perwujudan program Asta Cita Pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah,” ucapnya.
Sementara itu, dibandingkan realisasi KUR 2024, bank pelat merah itu mencatat sebesar Rp1,93 triliun.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026