Buleleng, Bali (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Gusti Made Sunartha menyatakan Kabupaten Buleleng akan jadi pusat pengembangan pendidikan Hindu di Pulau Dewata.

"Komitmen tersebut karena Buleleng saya nilai paling siap. Apalagi Pemkab Buleleng sebentar lagi akan memiliki Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya dan Pasraman," kata I Gusti Made Sunartha di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu.

Ia mengatakan keinginan besar Kanwil Kemenag Bali untuk mendirikan widyalaya negeri pertama di Indonesia tersebut telah disambut baik oleh pemerintah daerah khususnya bupati dan jajaran.

Pihaknya menilai dukungan pemerintah daerah (pemda) adalah penting karena secara regulasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 2 Tahun 2024, Widyalaya dapat diselenggarakan oleh pemerintah langsung maupun masyarakat.

Sehingga, lanjut dia, kehadiran Pemda menjadi strategis untuk memastikan Widyalaya dapat berkembang sesuai kebutuhan lokal dan arah pembangunan daerah.

Khusus pendirian Widyalaya oleh pemerintah, kata dia, pertimbangan pendirian didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pembangunan daerah.

Pasalnya, Pemda merupakan pihak yang memahami kondisi wilayah serta memiliki kewenangan dalam merencanakan pengembangan layanan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan daerah.

Mengenai teknik lokasi, Sunartha menyatakan bahwa pihaknya telah menunjuk tim untuk melakukan penjajakan dan komunikasi teknis dengan Bupati Buleleng.

"Saya sudah bentuk tim teknis. Nanti mereka akan bergerak. Tim ini gabungan antara unsur dari Kementerian Agama, akademisi dan praktisi widyalaya," papar dia.

Lebih jauh, lanjut dia, pendirian widyalaya negeri di Buleleng juga memperhatikan titik lokasi. Oleh karena itu dibutuhkan pendataan terkait aset pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten sebagai pusat pengembangan widyalaya kedepannya.

"Saya sudah minta ke bupati juga agar bisa disiapkan lahan antara 3-5 hektare. Kalau memang di Buleleng ini aset Pemerintah Provinsi banyak, maka segera akan saya komunikasikan dengan gubernur," kata dia.

Sunartha juga menilai Buleleng strategis karena juga telah memiliki perguruan tinggi berbasis Hindu yakni Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja yang mampu berperan sebagai pusat kajian widyalaya di Bali bagian utara.

Sebelumnya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyambut baik keinginan Kanwil Kemenag Bali untuk mendirikan lembaga widyalaya negeri di daerah tersebut sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan dan sebaran lembaga pendidikan.

"Saya sambut baik. Apalagi kita sudah akan punya perda-nya. Maka, saat ini paling penting adalah menunggu Perda itu selesai sehingga kami bisa bertindak. Saat ini masih pembahasan antara eksekutif dan legislatif," tutur dia.



Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026