Jembrana, Bali (ANTARA) - Bupati Jembrana, Bali, I Made Kembang Hartawan meminta masyarakat setempat untuk menghidupkan kembali tradisi memukul kentongan saat situasi darurat.

"Contohnya saat bencana angin puting beliung yang terjadi belakangan ini. Tradisi memukul kentongan bisa membuat warga waspada untuk mencegah korban jiwa," kata Kembang Hartawan saat mengunjungi rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Jembrana, Bali, Rabu.

Dia mengatakan tradisi memukul kentongan atau dalam bahasa Bali disebut gedig kulkul, merupakan kearifan lokal yang masih relevan digunakan pada situasi darurat termasuk untuk mitigasi bencana.

Selain sebagai tanda bagi warga untuk waspada, menurut dia, bunyi kentongan dengan irama yang sudah terpola juga bisa digunakan memanggil warga untuk gotong-royong.

"Dalam tradisi memukul kentongan ada pola irama yang sudah baku sebagai isyarat bagi warga. Memanggil warga untuk bergotong-royong dengan suara kulkul harus dibiasakan kembali," katanya.

Terkait bencana puting beliung yang pekan ini sudah dua kali terjadi di Kabupaten Jembrana, dia memastikan pihaknya bergerak cepat untuk membantu para korban.

Bersama aparat terkait, kata dia, bantuan darurat segera diberikan kepada warga, termasuk percepatan perbaikan atap yang rusak.

"Kami bergerak bersama masyarakat agar atap rumah warga yang rusak segera diperbaiki dengan gotong-royong. Gotong-royong membantu korban bencana akan menumbuhkan empati sesama manusia," katanya.

Dengan rata-rata kerusakan ringan pada genteng, dia minta perbaikan diselesaikan saat itu juga, sehingga rumah korban angin puting beliung segera bisa ditempati.

"Untuk kerusakan ringan seperti genteng, saya minta dalam hitungan jam sudah selesai diperbaiki dengan gotong-royong aparat bersama masyarakat," katanya.

Sebelumnya pada Minggu (18/1) angin puting beliung mengakibatkan belasan atap rumah warga Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo rusak, dan bencana yang sama kembali terjadi pada Rabu dini hari.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Arthana Putra mengatakan angin puting beliung kali ini berdampak pada sejumlah desa/kelurahan di lima kecamatan yang ada di kabupaten tersebut.

"Terjangan angin kencang terjadi di seluruh kecamatan. Selain menyebabkan kerusakan pada atap rumah, angin itu juga membuat pohon tumbang," katanya.



Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong Ismadi
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026