Gianyar, Bali (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, melatih petugas pencacah dan pengawas untuk sensus Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026.

"Kami mengajarkan cara penggunaan aplikasi Fasih untuk pendataan di lapangan," kata Kepala BPS Kabupaten Gianyar Maria Iin Maidiana di Gianyar, Bali, Senin.

Ia menjelaskan aplikasi tersebut berbasis Android untuk mendata setiap bangunan rumah, dan juga keluarga yang ada di kabupaten itu.

Dalam sensus itu, lanjut dia, akan didata berdasarkan 104 pertanyaan pendataan tentang keluarga seperti nama, nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga (KK) dan untuk pemadanan data.

Total, lanjut dia, ada 39 variabel data untuk DTSEN dan variabel lainnya yang ada di Pemerintahan Kabupaten Gianyar seperti aset, perumahan, usaha yang dimiliki, termasuk retribusi sampah, pertanian dan yang lainnya.

Iin Maidiana menjelaskan bahwa dengan dilaksanakannya sensus DTSEN akan menghasilkan hasil data berdasarkan nama dan alamat secara detail keluarga di Kabupaten Gianyar.

Data tersebut, lanjut dia, nantinya digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Pemerintah Pusat untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial sehingga bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah tepat sasaran.

“Dengan data yang benar dan tepat, tidak ada lagi bantuan yang diberikan kepada orang yang tidak tepat. Tidak ada lagi istilah yang mendapat bantuan hanya orang itu-itu saja, sehingga bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan data yang dihasilkan sesuai dengan peruntukannya," ucapnya.

Sementara itu, pada pelatihan kepada petugas pencacah dan pengawas sensus DTSEN, dimulai pada 12-15 Januari 2026.

Tujuan pelatihan itu, imbuh dia, untuk menyamakan persepsi, meningkatkan pemahaman teknis, serta memperkuat integritas dan profesionalisme petugas dalam mengumpulkan data yang akurat dan valid.
Dalam setiap kelas akan ada tenaga pengajar yang akan memberikan materi terkait metodologi, konsep, dan definisi dari setiap pertanyaan yang ada di kuesioner.

 



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026