Badung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, akan melanjutkan penerapan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) untuk mengatasi kemacetan di kawasan Kerobokan Kelod, Badung.

“Penerapan MRLL ini harus tetap dilanjutkan agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan perubahan pola arus lalu lintas,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Mangupura, Kamis.

Ia mengungkapkan hasil penataan dan pengendalian lalu lintas di sembilan persimpangan yang menjadi akses penting ke sejumlah destinasi pariwisata yang dilakukan sejak Desember 2025 itu telah menunjukkan hasil yang positif.

Perubahan pola arus lalu lintas pada sejumlah ruas jalan strategis, kata dia, telah mendorong pergerakan kendaraan menjadi lebih tertib dan terstruktur.

Kepadatan yang sebelumnya kerap terjadi secara signifikan juga mulai berkurang, meskipun volume kendaraan di kawasan tersebut masih tergolong tinggi sebagai kawasan dengan intensitas mobilitas yang padat.

“Meskipun begitu kami juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan guna memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif dan responsif terhadap dinamika di lapangan,” kata dia.

Bupati Badung telah menginstruksikan kepada pihak terkait untuk melakukan percepatan perbaikan dan penataan utilitas sarana prasarana lalu lintas yang dinilai masih kurang memadai.

Sarana dan prasarana itu mencakup pembenahan geometrik persimpangan, penambahan dan perbaikan rambu-rambu lalu lintas, serta penataan utilitas pendukung seperti pemindahan tiang listrik yang berpotensi menghambat kelancaran arus kendaraan.

“Perbaikan dilakukan termasuk penataan persimpangan dan utilitas seperti tiang listrik. Rambu-rambu juga harus ditambah agar pengguna jalan lebih mudah memahami pengaturan lalu lintas," ungkap dia.

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan MRLL, ia juga meminta penambahan petugas yang disiagakan di lapangan khususnya pada jam-jam sibuk.

"Petugas harus disiagakan dan ditambah bila diperlukan, sehingga rekayasa ini berjalan optimal dan tertib. Saya juga meminta Dishub mengkaji kembali ruas jalan lain di wilayah Badung yang memungkinkan untuk diterapkan rekayasa lalu lintas,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, AA Ngurah Rai Yuda Darma menambahkan pihaknya secara berkelanjutan melakukan pemantauan dan evaluasi lapangan setiap hari dengan mengidentifikasi dinamika arus lalu lintas.

Dishub Badung juga mencatat masih terjadi sumbatan lalu lintas di beberapa ujung persimpangan yang akan ditindaklanjuti melalui rekomendasi pelebaran infrastruktur.

“Secara umum arus lalu lintas terpantau padat lancar pada jam sibuk dan relatif lancar di luar jam puncak. Penerapan sistem satu arah mulai menunjukkan dampak positif di sejumlah ruas rawan macet, dengan waktu tempuh yang lebih efisien meski jarak sedikit bertambah,” pungkas dia.



Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026