Denpasar (ANTARA) - Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Wilayah Kerja Bali menyalurkan bantuan sosial kepada Yayasan Peduli Anak Kanker Bali memaknai Hari HAM Sedunia.  

“Kami berharap ini dapat memberikan semangat serta memperkuat komitmen kami dalam memajukan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan HAM,” kata Koordinator Kemenham Wilayah Kerja Bali Anak Agung Gede Ngurah Dalem di Denpasar, Bali, Sabtu.  

Adapun bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan mandi dan kebersihan, serta bingkisan bagi anak-anak yang berada di bawah naungan yayasan.

Selain penyerahan bantuan, para pegawai juga berinteraksi dengan anak dan orang tua pendamping untuk memberikan dukungan moral. 

Ia menambahkan pemberian bantuan itu tidak hanya menjadi rangkaian peringatan Hari HAM Sedunia yang jatuh pada 10 Desember, tetapi juga bentuk implementasi nyata dari prinsip-prinsip HAM, terutama hak anak untuk memperoleh kesehatan, kasih sayang, dan dukungan dari lingkungan sekitar.

Sementara itu, Pembina Yayasan Peduli Anak Kanker Bali Dwi Wahyu Kurniawan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan lembaga pemerintah itu.

Selain dukungan materi, pihaknya juga mengharapkan dukungan moral agar tetap kuat mendampingi anak-anak hingga sembuh dari kanker dan bisa berbaur kembali dengan masyarakat.

“Selama kami berjalan beberapa tahun ini, salah satu yang berkesan apabila ada pasien kami dapat bertahan dan bisa dinyatakan lolos dari kanker. Itu membuat kami sangat bangga, karena amanah di pundak kami dari donatur bisa terlaksana dengan baik, dan doa kami didengar oleh Tuhan untuk kesembuhan anak-anak itu,” ucapnya.

Dwi menambahkan para orang tua yang mendampingi anak-anaknya di yayasan juga membutuhkan penguatan dari aspek keilmuan, khususnya mengenai pendidikan tentang kanker.

Orang tua wajib memahami cara mengawasi, mendampingi, serta memastikan proses pengobatan berjalan hingga tuntas.

Kalau orang tuanya tidak berilmu, otomatis anaknya tidak akan sembuh, bahkan bisa mengidap kanker lagi. Namun bila orang tua berilmu, peluang kesembuhan akan jauh lebih besar,” imbuhnya.

 



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026