Badung (ANTARA) - Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Eri Cahyadi melakukan kunjungan ke Kabupaten Badung, Bali, untuk mempelajari kebijakan fiskal dan strategi percepatan pembangunan infrastruktur daerah di wilayah itu.

“Kami hadir untuk belajar dari Kabupaten Badung dalam mempercepat pembangunan Kota Surabaya melalui pembiayaan alternatif,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi di Mangupura, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya ingin memperoleh informasi komprehensif terkait pengelolaan skema pembiayaan pembangunan, khususnya melalui mekanisme pinjaman daerah yang telah dilaksanakan Pemkab Badung.

“Kunjungan ini merupakan langkah penting bagi Pemerintah Kota Surabaya dalam menjajaki pembiayaan alternatif melalui Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk percepatan pembangunan,” kata dia.

Eri Cahyadi mengungkapkan percepatan itu diperlukan karena sejumlah pekerjaan strategis rencananya akan berlangsung pada tahun 2026–2027 yang membutuhkan kesiapan dokumen dan kepastian pembiayaan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh kelengkapan yang dibutuhkan dapat kami penuhi, sehingga pada bulan Desember dapat dilakukan penandatanganan dan pada Januari kami bisa mulai bergerak,” ungkap dia.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang menerima kunjungan itu menjelaskan pihaknya melakukan pinjaman daerah untuk menjawab permasalahan kepadatan lalu lintas pada beberapa ruas jalan yang tidak lagi mampu menampung volume kendaraan

Dana pinjaman yang diperoleh difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Badung yang menjadi proyek strategis dalam peningkatan konektivitas, pengurangan kemacetan, serta peningkatan kualitas layanan mobilitas bagi masyarakat dan wisatawan.

"Kondisi ini mendorong kami untuk mengambil langkah progresif melalui skema pembiayaan alternatif, guna mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur,” jelas dia.

Ia menambahkan pihaknya juga telah membentuk tim yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Tim Teknis Pelaksanaan Pinjaman Daerah untuk memastikan mekanisme berjalan sesuai regulasi.

“Seluruh proses dalam pinjaman ini diawasi ketat untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan integritas penggunaan dana publik," pungkas Bupati Adi Arnawa.

 

 



Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026