Denpasar (ANTARA) - Umat Hindu di Bali masih meramaikan Pura Agung Jagatnatha Denpasar hingga malam hari dalam rangka persembahyangan Hari Raya Galungan.
Pemangku atau pemuka agama Pura Agung Jagatnatha Denpasar Anak Agung Kompyang Gede Arianta di Denpasar, Rabu, mengatakan situasi ini diperkirakan akan berlangsung hingga malam hari.
“Hari ini ribuan umat Hindu sudah datang sejak pagi, biasanya jam 20.30 Wita malam puncaknya ramai lagi dan baru sepi jam 23.30 Wita,” kata dia.
Pura yang terletak di titik nol Kota Denpasar itu sendiri diyakini sebagai pura pusat bagi masyarakat Bali yang berdomisili di Denpasar, sehingga saat hari raya umat Hindu dari seluruh Bali yang tidak dapat pulang ke kampung halaman akan datang ke sana.
Jro Mangku Kompyang Arianta menjelaskan di pura tersebut hanya ada satu pelinggih atau tugu persembahyangan utama yang dipuja yang disebut Padmasana.
Padmasana yang menjulang tinggi tersebut diyakini sebagai pemujaan kepada tuhan yang merupakan satu-satunya yang menyinari jagat, sehingga siapa pun dan berasal dari mana pun dapat bersembahyang di sana.
“Kalau menurut penduduknya dari segala penjuru Bali, ada yang dari Karangasem yang kosnya atau kerjanya di Denpasar maka ke sini dia karena tidak sempat pulang kampung, tadi dari Singaraja juga datang, bahkan dari luar Bali dari luar negeri seperti India,” ujar jro pemangku tersebut.
Jro Mangku Kompyang Arianta mengatakan hari ini sejak pukul 07.00 Wita umat Hindu sudah memadati pura dengan datang bersama keluarga puncaknya pukul 11.00 Wita siang tadi, sementara pada malam hari suasana pura biasanya diramaikan oleh remaja.
Suasana ramai sepanjang hari raya di pura tersebut merupakan rutinitas sejak sekitar tahun 1960-an. Bahkan selain Hari Raya Galungan dan Kuningan, masyarakat tetap rutin memadati terutama saat Hari Purnama atau bulan penuh dan Tilem atau saat bulan kosong.
“Kadang-kadang bahkan ada juga orang dari luar Hindu, umat Muslim juga banyak ke sini kalau hari biasa untuk berkunjung melihat suasana wisata religi,” ucapnya.
Karena terletak berdampingan dengan ruang publik Lapangan Catur Muka Puputan Badung, situasi ramai di sekitar pura saat Hari Raya Galungan turut dimanfaatkan pedagang dan kelompok pemuda yang keliling melakukan pementasan Barong Bangkung.
Pemuka agama asli Kota Denpasar itu menilai harmoni inilah yang menjadi bentuk perayaan sesungguhnya.
Ia berharap masyarakat memanfaatkan momentum rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan ini untuk eling memohon keselamatan dan kebaikan untuk Bali.
“Masyarakat mari kita memohon keselamatan ke Ida Sang Hyang Widhi Wasa, apalagi situasi sekarang kerap ada bencana, kita mohon agar Bali selalu tenang dan baik-baik saja,” ujarnya.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2026