Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyatakan perdamaian Aceh yang telah terbina 20 tahun menjadi modal utama untuk melestarikan budaya, memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di provinsi setempat.
"Aceh sekarang sangat aman dan nyaman dikunjungi," kata Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal di Banda Aceh, Selasa.
Data BPS mencatat, sejak Januari hingga April 2025, jumlah wisatawan mencapai 7,3 juta kunjungan. Jumlah tersebut naik 76,42 persen dibanding periode yang sama pada 2024 yang hanya 4,1 juta kunjungan.
“Peningkatan kunjungan wisatawan menjadi bukti Aceh semakin diminati, baik oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara," katanya.
Baca juga: Wagub ajak PHRI kolaborasi untuk pengembangan pariwisata Aceh
Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh terus berbenah dengan meningkatkan sarana dan prasarana penunjang agar pengunjung merasa nyaman saat menyambangi setiap destinasi wisata di daerah itu.
Ia menambahkan peningkatan kunjungan wisatawan juga tidak terlepas dari program unggulan Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah, yang secara konsisten mendorong pengembangan pariwisata halal sebagai salah satu sektor strategis pendorong ekonomi daerah.
"Pemerintah Aceh fokus pada pembangunan infrastruktur pendukung wisata halal, peningkatan kapasitas pelaku industri pariwisata, serta promosi aktif ke negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Malaysia," katanya.
Disbudpar Aceh pada tahun 2025 telah meluncurkan sebanyak 42 agenda wisata, budaya dan ekraf guna menarik kunjungan wisatawan ke daerah setempat.
Baca juga: ASPPI: Wisatawan Malaysia minati wisata religi di Aceh
Pewarta: M IfdhalEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025