Jakarta (Antara Bali) - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang Ervan mengatakan, kedua awak pesawat akrobatik Bravo 202 yang terjatuh pada saat ajang Bandung Air Show (BAS) 2012, meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, Sabtu.
       
"Awak dari pesawat itu dinyatakan meninggal dunia," kata Bambang Ervan di Jakarta.
       
Sebagaimana diketahui, kedua awak yang terdapat di dalam pesawat nahas tersebut adalah Marsekal Muda (Purn) Dr Noorman T Lubis sebagai pilot dan Letkol (Purn) Toni sebagai co-pilot.
       
Bambang mengemukakan, pihaknya menyatakan keprihatinannya dan untuk saat ini kondisi Bandara Husein Sastranegara yang terdapat di Kota Bandung, Jawa Barat, ditutup.
       
Sedangkan terkait dengan masalah kecelakaan tersebut, ujar dia, tidak bisa langsung diambil kesimpulan dengan segera tetapi harus dilakukan investigasi terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang berwenang.
        
"Tidak bisa diambil kesimpulan dengan segera karena biasanya penyebab dari kecelakaan seperti itu tidak hanya satu tapi kemungkinan ada beberapa faktor," katanya.
       
Sebagaimana telah diberitakan, pesawat akrobatik Bravo 202 jatuh saat sedang bermanuver di ajang BAS 2012 di kawasan Lanud Husein Sastranegara Kota Bandung.
       
Pesawat berwarna putih merah itu jatuh pukul 11.42 WIB saat tengah melakukan manuver sambil terbalik. Jatuhnya pesawat berlokasi di landasan TNI-AU Husein.(*/M038/T007)


Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026