Banda Aceh (ANTARA) - Kepolisian RI (Polri) melalui Polres Bireuen, Provinsi Aceh, mempercepat pemulihan sekolah terdampak bencana guna membangkitkan kembali sektor pendidikan pascabanjir di Kabupaten Bireuen.
Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani di Bireuen, Senin, mengatakan upaya percepatan pemulihan dilakukan dengan memberikan sekolah terdampak bencana dari material banjir seperti lumpur.
"Kami terus berupaya membersihkan sekolah dari material banjir seperti lumpur, sehingga tempat pendidikan tersebut dapat digunakan kembali untuk proses belajar mengajar anak-anak didik," katanya.
Perwira menengah kepolisian itu menyebutkan pembersihan sekolah di antara dilakukan di Madrasah Aliah Negeri (MAN) 7 Bireuen. Bangunan sekolah di Gampong Bugak Krueng, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, dipenuhi lumpur banjir dengan ketinggian beberapa centimeter.
Sejumlah personel Polres Bireuen dikerahkan untuk bergotong royong membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya yang terdampak lumpur dan material banjir.
"Personel bahu-membahu membersihkan lingkungan sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal," kata Tuschad Cipta Herdani menyebutkan.
Menurut dia, kehadiran aparat kepolisian di tengah lingkungan pendidikan menjadi bentuk kepedulian nyata Polri terhadap pemulihan fasilitas publik pascabencana.
Ia juga menegaskan gotong-royong membersihkan sekolah dari material banjir merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
"Kami ingin memastikan bahwa fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dapat segera difungsikan kembali. Sekolah adalah tempat penting bagi masa depan generasi muda, sehingga pemulihannya menjadi prioritas kami," katanya.
Tuschad Cipta Herdani menambahkan kehadiran Polri tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup peran kemanusiaan dan sosial dalam membantu masyarakat bangkit dari bencana.
"Kami berharap dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan dan membangkitkan semangat warga khususnya di Kecamatan Jangka yang terdampak cukup serius akibat banjir bandang," kata Tuschad Cipta Herdani.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026