Banda Aceh (ANTARA) - Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Kabupaten Aceh Besar melakukan bakti sosial membersihkan tanah dan lumpur pascabanjir di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pidie Jaya, Aceh.
“Kerja bakti ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi wujud kepedulian dan kebersamaan kita sebagai keluarga besar Kemenag," kata Kepala Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, di Pidie Jaya, Minggu.
Pembersihan lumpur ini dimulai dari ruang kelas, teras, serta lingkungan madrasah. Selain itu, ASN juga membantu memindahkan sisa-sisa fasilitas yang tersisa serta rusak akibat terjangan banjir.
Selain bersih-bersih, Kemenag Aceh Besar Peduli dan DWP Kemenag Aceh Besar juga menyerahkan bantuan seperti sajadah, mukena, kain sarung, Al Quran, peralatan tulis, serta susu dan snack untuk pelajar MIN 4 Pidie Jaya.
Saifuddin mengatakan, kerja bakti ini merupakan bentuk tanggung jawab dan solidaritas ASN terhadap madrasah terdampak banjir yang memporak-porandakan Aceh pada akhir November 2025 lalu.
"Madrasah harus segera pulih agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, kondisi ruang kelas MIN 4 Pidie Jaya dipenuhi lumpur dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter.
Sebagian fasilitas ruang belajar mengalami kerusakan berat, mulai dari pagar, meja, kursi, buku-buku, hingga perlengkapan penunjang kegiatan belajar mengajar lainnya.
Saifuddin menegaskan, keterlibatan langsung ASN Kemenag Aceh Besar itu diharapkan dapat meringankan beban pihak MIN 4 Pidie Jaya, sekaligus memotivasi guru dan siswa yang terdampak.
“Semoga upaya kecil ini bisa membantu percepatan pemulihan pascabanjir,” katanya.
Ia menambahkan, aksi ini juga digelar bertepatan dengan momentum peringatan hari lahir atau dikenal Hari Amal Bakti (HAB) ke 80 Kementerian Agama, yang diperingati saban 3 Januari.
"Aksi ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag Aceh Besar untuk terus hadir dan berperan aktif dalam penanganan dampak bencana, khususnya di sektor pendidikan keagamaan," demikian Saifuddin.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026