Banda Aceh (ANTARA) - Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh yang tergabung dalam Satgas Aman Nusa II Polda Aceh membersihkan sekolah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Minggu, mengatakan pembersihan difokuskan pada ruang belajar dan musala SMP Negeri 5 Kejuruan Muda yang berada di wilayah hukum Polsek Simpang Kiri, Polres Aceh Tamiang.
"Sekolah tertimbun lumpur ketika banjir melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Lumpur serta sisa material banjir yang mengendap di lingkungan sekolah dibersihkan agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal," katanya.
Perwira menengah Polda Aceh itu menyebutkan pembersihan melibatkan sebanyak 24 personel Ditpolairud Polda Aceh. Personel yang dikerahkan bahu membahu membersihkan sekolah tersebut dari material banjir.
Pembersihan sekolah juga dibantu tim Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Aceh Tamiang. Tim tersebut menyemprotkan air guna membersihkan lumpur yang menempel di lantai ruang kelas dan musala.
"Dengan menggunakan peralatan sederhana, para personel bersama instansi terkait membersihkan lumpur, sampah, serta material kayu yang terbawa arus banjir," kata Joko Krisdiyanto.
Menurut dia, gotong royong ini menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan sekaligus wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
Polda Aceh, kata dia, menghubungkan berharap proses pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat serta memberikan rasa aman dan semangat baru bagi peserta didik dan guru dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar.
"Sinergi lintas instansi ini membantu dan mempercepat proses pembersihan serta pemulihan fasilitas sekolah. Kami berharap sekolah ini dapat digunakan anak-anak untuk proses belajar mengajar yang dimulai 5 Januari 2026," kata Joko Krisdiyanto.
Pewarta: M.Haris Setiady AgusEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026