Banda Aceh (ANTARA) - Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Provinsi Aceh, Prof Marwan menyatakan dunia pendidikan adalah salah satu garda terdepan dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan.

"Perayaan HUT ke-80 kemerdekaan RI adalah momentum bagi kita semua untuk mengenang jasa para pahlawan, sekaligus merenungkan sejauh mana kita telah mengisi kemerdekaan," kata Rektor USK di Darussalam, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas meluluskan sebanyak 3.132 lulusan  untuk periode Mei sampai Juli 2025.

Ia menjelaskan Kemerdekaan yang telah diperingati juga harus dipertahankan dengan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi.

Baca: USK petakan kemampuan mahasiswa kuasai bahasa asing

"Musuh kita dulu adalah penjajah, kini tantangan kita adalah ketertinggalan, persaingan global, dan disrupsi teknologi," katanya.

Menurut dia para wisudawan dituntut untuk menghadapi tantangan dengan semangat kemerdekaan yakni tidak pantang menyerah, selalu berinovasi dan semangat untuk selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa. 

“Gunakan ilmu yang telah diperoleh bukan hanya untuk mencari penghidupan, tetapi juga untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” kata Rektor.

Rektor optimistis seluruh wisudawan USK yang telah dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai luhur yang cukup selama mereka menempuh studi di USK akan mampu menjadi yang terbaik.

Baca: Dosen USK latih guru SMPN 6 Banda Aceh kembangkan sabun cair dari residu MBG



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2025