Banda Aceh (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria menyatakan rata-rata up time BTS (Base Transceiver Station) bisa memancarkan dan dapat diakses di daerah terdampak bencana di Aceh mencapai 92 persen.
"Up time ini kita sebut yang beroperasi 0 sampai 24 jam itu 100 persen dan 0 sampai 50 persen itu 12 jam yang ikut dipengaruhi oleh ketersediaan listrik," kata Waman Nezar Patria di Banda Aceh, Selasa.
Ia menjelaskan secara keseluruhan untuk recovery BTS dari total terdampak telah diperbaiki oleh operator seluler mencapai 99 persen.
Baca: Update Bencana Aceh, pemulihan BTS telekomunikasi baru 40 persen karena bergantung ketersediaan listrik
"Perlu dipahami bahwa recovery dengan up time itu berbeda. Untuk recovery sudah dilakukan oleh para operator seluler di daerah terdampak sudah mencapai 99 persen dan untuk up timenya itu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan listrik. Jika suplai listrik tidak ada maka tidak bisa memancarkan gelombang 100 persen," katanya.
Ia menyebutkan untuk daerah-daerah yang masih belum pulih maksimal karena kerusakan berat akibat bencana yakni Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Utara.
"Kami terus memantau dan bergerak untuk memperbaiki kualitas layanan sehingga up time memenuhi sampai maksimal 100 persen," katanya.
Baca: Komdigi: 70 persen infrastruktur seluler di Aceh pulih dari bencana
Ia mengatakan yang terus di kerjakan saat ini adalah memeriksa kabel fiber optik yang terputus di daerah dampak bencana berat dan beberapa jembatan putus yang membutuhkan waktu untuk penyambungannya.
"Kita bekerja bersama dengan PLN agar pasokan listrik tetap optimal," kata Wamen Komdigi Nezar Patria.
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026