Banda Aceh (ANTARA) - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengusulkan ke Kementerian Sosial agar uang lauk pauk yang dialokasikan untuk korban banjir dan longsor disalurkan sebelum menempati hunian sementara (huntara).

"Masyarakat korban banjir dan longsor saat ini mereka tidak memegang uang sedikit pun karena bencana ikut merengut harta benda mereka," kata Fadhlullah di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela mengikuti rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI pembahasan penanganan banjir dan tanah Longsor di Provinsi Aceh yang dipimpin Wakil Ketua DPR Saan Mustopa di Banda Aceh.

Ia menjelaskan para, korban banjir dan longsor hanya tersisa baju di badan saat itu dan harta benda ikut terbawa bersama air saat bencana 26 November 2025 itu.

Baca: Ini besaran nominal BLT pengungsi sumatera yang dibahas Seskab dan Mensos

Menurut dia, bantuan yang akan diberikan Kemensos sebesar Rp450 ribu per bulan selama tiga bulan sebaiknya segera disalurkan jangan menunggu mereka berada di huntara.

"Uang lauk pauk itu tentu akan sangat bermanfaat bagi mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Sebelumnya Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan penyaluran seluruh bantuan pascabencana di Sumatera dilakukan berbasis asesmen agar tepat sasaran.

“Semuanya kami salurkan setelah melalui proses asesmen beserta BNPB dan juga dengan pemerintah daerah,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.

Baca: Kemensos salurkan bantuan lanjutan Rp9 miliar untuk Aceh



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026