Banda Aceh (ANTARA) - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meluncurkan program Rumah Quran Bank Syariah Indonesia (BSI) di provinsi berjuluk "serambi makkah" itu guna melahirkan generasi qurani dan dekat dengan Al Quran.

"Kehadiran Rumah Quran BSI Bina Santri Indonesia akan memberikan kesempatan bagi anak-anak Aceh menjadi penghafal Quran dan berkarakter Qurani," kata Wagub Aceh di Banda Aceh, Jumat.

Di sela-sela peluncuran Rumah Quran BSI di kawasan Geuceu Iniem, Kecamatan Banda Raya, ia menjelaskan program tersebut perlu terus diperluas sehingga akan banyak anak-anak Aceh bisa menjadi penghafal Quran.

Ia juga berharap kepada Dirut BSI untuk memberikan perhatian yang besar ke Aceh dengan meningkatkan layanan karena BSI merupakan bank syariah beroperasi di Aceh. Di mana kehadiran BSI juga bagian implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah.

Direktur Utama BSI Tbk, Anggoro Eko Cahyo mengatakan Rumah Quran BSI merupakan program dari BSI Maslahat yang bertujuan membentuk penghafal Quran berkarakter dan berakhlak mulia.

"Ini adalah komitmen dan tanggung jawab kami membantu pengembangan pendidikan spiritual dengan menyediakan wadah pembelajaran Alqur’an berkualitas, inklusif, dan merata di seluruh Indonesia,’’ kata Dirut BSI berlaku efektif setelah lulus fit and proper OJK.  

Menurut dia lewat program tersebut bukan hanya melahirkan generasi Qurani, tapi lulusan mandiri secara ekonomi.

Ia menyebutkan untuk tahap pertama sebanyak 25 anak belajar secara mondok di Rumah Quran BSI. Mereka ikut dibekali pendidikan agama, keterampilan hidup dasar dan literasi ekonomi guna meningkatkan kemampuan dan daya saing di era globalisasi.

Ia mengatakan Rumah Quran BSI di Aceh  merupakan satu dari delapan titik lokasi Rumah Quran di seluruh Indonesia melalui pendayagunaan dana Zakat korporat dan infak BSI yang disalurkan melalui BSI Maslahat. 

Program Rumah Quran BSI merupakan hasil kolaborasi antara Bank Syariah Indonesia, BAZNAS RI, dan BSI Maslahat dalam bidang pendidikan non-formal yang diperuntukkan bagi santri dari kalangan masyarakat umum berusia 15- 22 tahun, setara jenjang SMA.

Ia menambahkan program tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan santri, melahirkan lulusan penghafal Al Quran, serta membekali mereka dengan wawasan kewirausahaan guna meningkatkan peluang kerja dan kemandirian ekonomi. 

"Santri tidak hanya unggul dalam hafalan Al Quran, tetapi juga memiliki daya saing dalam kehidupan sosial dan profesional," katanya.

Ia berharap program tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta Asta Cita Pemerintah Indonesia.

BSI terus berkomitmen menjadi sahabat finansial, sosial dan spiritual bagi masyarakat di Tanah Rencong khususnya dan Indonesia umumnya.
 



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025