Banda Aceh (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh mengoptimalkan sebanyak 304 penyalur resmi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di seluruh provinsi tersebut.

"Selain kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI dan Polri. Kita juga mengoptimalkan distribusi SPHP lewat mitra-mitra resmi di seluruh kabupaten/kota," kata Pemimpin Perum BULOG Kanwil Aceh, Ihsan di Banda Aceh, Jumat.

Ia menjelaskan para pedagang beras yang telah menjadi mitra tersebut akan menjual beras SPHP sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP Rp13.100 per kg.

Baca juga: Bulog Aceh perluas jalur distribusi SPHP

Ia mengatakan untuk mempermudah masyarakat membeli beras dengan harga terjangkau, pihaknya terus memasifkan distribusi melalui Pedagang eceran pasar tradisional, oultet-oulet binaan pemerintah dan BUMN, RPK, Instansi pemerintah (kementerian/lembaga, TNI, Polri dan lainnya) melalui koperasi serta melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

"Kami juga terus  memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau," katanya.

Ia menyebutkan hingga akhir Agustus 2025 jumlah SPHP  yang telah di salurkan di Aceh mencapai  3.332 ton.

Penyaluran beras SPHP merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan laju inflasi serta menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah fluktuasi harga pangan terutama beras.

BULOG Aceh juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Pangan serta TNI dan Polri untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta tepat sasaran.

Perum BULOG Aceh mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan stok beras. Di mana persediaan di gudang Bulog Aceh memiliki cadangan beras yang mencukupi kebutuhan sampai Mei 2026.

BULOG Aceh juga memastikan bahwa pelaksanaan program SPHP tidak mengganggu harga gabah petani dengan pembelian gabah lokal tetap dilakukan BULOG sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu Rp6.500/kg pada saat panen gadu, sebagai bentuk dukungan terhadap petani lokal.

Baca juga: Polres Aceh Jaya sediakan dua ton beras SPHP pada GPM



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025