“Dari total 280 meter yang kita targetkan, saat ini sudah tercapai lebih kurang 120 meter aliran sungai yang sudah kita lakukan normalisasi, untuk memindahkan aliran sungai agar tidak lagi menerjang pemukiman masyarakat,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Barat Doktor Kurdi di Meulaboh, Minggu.
Menurutnya, penanganan tersebut dilakukan secara darurat karena selama ini terjangan aliran sungai di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat telah menyebabkan kerusakan terhadap rumah warga serta hilangnya lahan perkebunan milik masyarakat.
Selain itu, upaya pengerukan aliran sungai juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi putusnya ruas badan jalan kabupaten.
Karena aliran sungai tersebut pada pekan lalu telah menerjang seratusan meter tebing sungai yang berdekatan dengan ruas jalan sebagai akses utama ekonomi masyarakat.
Kurdi mengakui penanganan secara darurat tersebut juga dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, untuk mengantisipasi bencana alam susulan seperti terjangan tanah longsor ke pemukiman masyarakat saat musim penghujan saat ini.
Pihaknya menargetkan normalisasi aliran sungai di kawasan pedalaman Aceh Barat tersebut dapat dituntaskan pada pekan ini, sehingga diharapkan pemukiman masyarakat di daerah tersebut tidak lagi terdampak banjir dan diterjang longsor saat diguyur hujan lebat, katanya mengharapkan.
Sementara itu, Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS saat mengunjungi lokasi normalisasi sungai di kawasan Desa Pasi Sira Kecamatan Pante Ceureumen, Minggu mengatakan pemerintah daerah setempat kini terus berupaya mencegah terjadinya bencana alam dengan melakukan normalisasi aliran sungai.
Karena dampak bencana alam yang diakibatkan derasnya aliran sungai saat musim hujan, pemerintah daerah berharap musibah ini mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh untuk membantu penanggulangan banjir, dan melakukan normalisasi aliran sungai.
Ramli MS mengakui dampak yang ditimbulkan dari bencana alam di kawasan tersebut, telah menyebabkan lahan perkebunan dan pemukiman masyarakat amblas ke dalam sungai.
“Kalau normalisasi sungai ini tidak segera dituntaskan, maka saya khawatir akses jalan utama masyarakat di Pante Ceureumen Aceh Barat akan putus total. Karena badan jalan dan sungai hanya tersisa sekitar 30 sentimeter saja, ini sangat mengkhawatirkan,” kata Ramli MS.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026