Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh mengusulkan pembangunan sebanyak 609 unit hunian sementara untuk korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia.

“Kita sudah usulkan Huntara bagi warga terdampak bencana alam,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan, Rabu.

Ada pun rincian bangunan Huntara yang sudah diusulkan tersebut di antaranya di Desa/Gampong Blang Meurandeh sebanyak 91 unit, Gampong Kuta Teungoh 222 unit, Gampong Babah Suak 166 unit, dan Gampong Blang Puuk 130 unit.

Teuku Raja Keumangan mengatakan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang merupakan salah satu wilayah paling terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Nagan Raya. Sekitar 85 persen rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan total, sehingga ribuan warga terpaksa mengungsi.

Ia mengatakan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan hunian sementara, mengingat para pengungsi akan segera menghadapi bulan suci Ramadan pada tahun ini.

“Alhamdulillah, dengan kedatangan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pada Minggu (41/) lalu ke Nagan Raya, para pengungsi menjadi lebih bersemangat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh berharap hunian sementara ini dapat segera dibangun, apalagi dalam beberapa pekan ke depan sudah memasuki bulan Ramadan.

Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran pemerintah pusat terutama BNPB dalam penanganan pascabencana di Kabupaten Nagan Raya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Nagan Raya, Aceh mengatakan bahwa hingga saat ini Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Nagan Raya, masih berada dalam status tanggap darurat bencana.

“Hal ini disebabkan masih banyaknya warga yang harus bertahan di pengungsian akibat dampak banjir yang terjadi,” ujarnya.

Khusus untuk Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Suharyanto menegaskan bahwa BNPB akan memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak banjir dapat terpenuhi, mulai dari kebutuhan dasar hingga penyediaan hunian sementara dan hunian tetap.

Di lokasi pengungsian, Suharyanto menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga, termasuk anak-anak. Ia juga berdialog langsung dengan para pengungsi untuk mendengarkan keluhan serta kebutuhan mendesak yang masih diperlukan.

“Tenda pengungsian darurat akan segera kita ganti. Namun yang lebih penting adalah memindahkan para pengungsi ke lokasi yang lebih layak, yakni hunian sementara. Sebagus apa pun tenda, tetap tidak akan memberikan kenyamanan maksimal bagi pengungsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, sedikitnya akan dibangun sekitar 600-an unit hunian sementara bagi para pengungsi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Pembangunan hunian tersebut akan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

“Warga menginginkan pembangunan hunian dilakukan secara gotong royong agar prosesnya lebih cepat, sehingga hunian sementara bisa segera digunakan,” kata Suharyanto.



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026