Banda Aceh (ANTARA) - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyatakan pembersihan kantor pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir akan mempercepat pemulihan pelayanan publik di kabupaten itu.

"Banjir dan longsor melanda Aceh Tamiang khususnya ikut melumpuhkan layanan publik karena kantor pemerintahan tertutup lumpur dan ada sebagian yang rusak," kata Fadhlullah di Aceh Tamiang, Senin.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela mendampingi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian saat memimpin Apel Pembukaan Tim Satuan Tugas Kementerian Dalam Negeri dalam rangka percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana di Provinsi Aceh.

Ia menjelaskan Pemerintah Aceh selalu siap bersinergi penuh dengan Pemerintah Pusat melalui Tim Satgas Kemendagri dalam berbagai upaya pemulihan pascabencana.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak khususnya Mendagri yang telah menurunkan seribuan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pemulihan kantor-kantor pemerintahan," katanya.

Ia menyebutkan sebanyak 1.138 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tidak hanya membantu pemulihan kantor-kantor pemerintahan, termasuk pembersihan, penataan arsip, serta pengaktifan kembali layanan publik di wilayah terdampak bencana.

Menurut dia dengan pembersihan yang dilakukan diberbagai fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, kesehatan, dan kawasan ekonomi  sehingga aktivitas dapat segera kembali berjalan normal.

"Alhamdulillah aktivitas masyarakat dan perekonomian di Aceh Tamiang mulai berdenyut. Pusat ekonomi mulai hidup kembali," katanya.

Pihaknya berharap operasional kantor pemerintahan segera kembali berfungsi, pelayanan publik pulih, serta masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan pelayanan optimal. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman.



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026