Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster mentraktir masyarakat berbelanja makan dan minum di beberapa UMKM dalam rangka Hari Suci Tumpek Krulut yang jatuh pada Saniscara Kliwon, wuku Krulut dalam kalender cakka.

“Tumpek Krulut kita laksanakan secara sekala dan niskala, tadi persembahyangan di Pura Candi Narmada dan lanjut bertemu anak muda di Kopi Jenar dan Tan Panama, lalu Warung Babi Guling Men Wenci, semuanya UMKM lokal,” kata dia di Denpasar, Sabtu.

Umat Hindu Bali memperingati Tumpek Krulut dengan upacara penyucian (otonan) gamelan atau alat musik, sekaligus dimaknai sebagai hari kasih sayang, kebahagiaan, dan harmoni.

Menurut dia, mentraktir masyarakat di tiga UMKM ini bagian dari bentuk kasih sayang di era saat ini.

“Jadi ini sebagai media interaksi sekaligus kasih sayang dengan anak-anak muda memaknai hari kasih sayang bersama yang bersifat kearifan lokal,” ujarnya.

Menurut orang nomor 1 di Pemprov Bali itu, dengan rutin merayakan Tumpek Krulut maka warisan hari kasih sayang ala masyarakat Hindu Bali akan terjaga.

Karakter jati diri identitas masyarakat Bali akan terbangun khususnya mulai dari generasi muda, sebab mereka pasar utama dari UMKM-UMKM yang ditraktir Gubernur Koster.

Dalam satu hari ini, ia memastikan masyarakat tak perlu membayar minuman atau makanan yang dibeli di tiga UMKM, sedangkan anggaran yang digunakan dipastikan tidak mengutak-atik APBD Pemprov Bali.

“Saya lihat generasi muda antusias bergairah untuk datang, belum tahu sudah habis berapa gelas sejak pagi ini, pokoknya gratis seharian anggarannya dari uang operasional gubernur,” katanya.

Dalam rangka memaknai Hari Suci Tumpek Krulut, Pemprov Bali secara khusus menggelar festival musik yang mendatangkan para musisi lokal, bertempat di Taman Budaya Art Center pada Sabtu malam.

Gubernur Koster juga mengajak masyarakat hadir secara gratis menikmati perayaan hari kasih sayang ini.

Manajer Tan Panama Kopi Wahyu Febrianto mengatakan berkat kegiatan ini sejak pagi UMKM-nya ramai dengan prediksi hingga malam 1.500 lebih gelas kopi akan laku.

“Terima kasih Pak Gubernur sudah mempercayakan kami sebagai industri kopi lokal, ini sehari gratis semua kami perkirakan sampai 1.500 gelas, sekarang sudah habis 500 gelas antusiasnya tinggi sekali,” kata dia.

Pada hari biasa, biasanya mereka dapat menjual 800 gelas per hari, sehingga dengan program ini UMKM lokal tersebut turut merasakan keuntungan.

Seorang warga Denpasar, Prama, mengaku senang karena selain mendapat kopi gratis di tempat berlangganan, juga menjadi mengetahui makna dan implementasi Tumpek Krulut di luar kegiatan persembahyangan.

“Senang sekali karena bisa berinteraksi, dapat pemahaman tentang hari kasih sayang di Bali dan lokasinya di tempat ngopi yang banyak disukai anak muda,” ujarnya.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026