Banda Aceh (ANTARA) - Bank Aceh Syariah (BAS) siap memberikan relaksasi atau pelonggaran terhadap nasabah pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) UMKM yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, dan kini sedang dilakukan pendataan.

"Kepada seluruh nasabah, khususnya penerima KUR dan pembiayaan produktif lainnya, untuk tetap tenang dan tidak khawatir," kata Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Ilham Novrizal, di Banda Aceh, Senin.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas siaran pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pemberian perlakuan khusus terhadap kredit dan pembiayaan syariah bagi debitur yang terkena dampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ilham menyampaikan, setelah fokus perbaikan dan mengaktifkan kembali jaringan kantor yang sempat berhenti akibat bencana banjir, saat ini Bank Aceh melakukan pendataan, verifikasi, serta perumusan solusi restrukturisasi bagi nasabah yang terdampak.

"Pendataan dan verifikasi nasabah pembiayaan yang terdampak bencana adalah bentuk gerak cepat kami agar kebijakan relaksasi dari OJK dapat segera dirasakan manfaatnya oleh nasabah," ujarnya.

Ia menuturkan, Bank Aceh bakal melakukan peninjauan lapangan guna memastikan solusi yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan regulasi OJK. 

Disamping itu, untuk mempercepat proses penanganan di lapangan, nasabah juga diharapkan segera melapor ke kantor cabang Bank Aceh terdekat dengan membawa dokumen pendukung yang menunjukkan bukti terdampak bencana.

Dirinya menegaskan, Bank Aceh sangat memahami kondisi sulit yang sedang dihadapi oleh masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan nasabah pembiayaan yang kehilangan harta benda dan usahanya akibat bencana.

"Kita berkomitmen untuk terus mendampingi nasabah dalam masa pemulihan ekonomi ini agar roda usaha masyarakat di Aceh dan wilayah terdampak lainnya dapat kembali bangkit," demikian Ilham Novrizal.
 



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026