Banda Aceh (ANTARA) - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengajak masyarakat di provinsi itu untuk santun dan tidak anarkis dalam menyampaikan aspirasi saat berunjuk rasa.

"Kita mendukung aksi penyampaian pendapat lewat demonstrasi, tetapi semua masyarakat harus menghindari perbuatan anarkis," kata Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk H Faisal Ali di Banda Aceh, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan terkait unjuk rasa yang terjadi di Jakarta dengan tuntutan bubarkan DPR dan lainnya yang meluas ke berbagai provinsi sehingga berujung pada perusakan fasilitas publik serta telah menelan korban jiwa.

Baca juga: Prabowo: Pemerintah jamin kehidupan keluarga Affan, driver ojol tewas terlindas rantis

Ia menjelaskan dalam mengantisipasi agar aksi besar-besaran tidak meluas, Pemerintah harus hati-hati dalam memutuskan sebuah kebijakan terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Jangan lakukan kegiatan yang tidak sejalan dengan kondisi masyarakat dan saya juga berpesan agar pejabat tidak mengeluarkan pernyataan yang aneh-aneh dan berlebihan yang dapat melukai hati masyarakat," katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi lewat unjuk rasa agar tidak merusak dan dan membakar fasilitas umum.

Menurut dia sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, sudah sepatutnya masyarakat Aceh memperlihatkan penyampaikan aspirasi yang berlangsung dengan damai, santun sesuai dengan Syariat Islam.

"Mari Kita memperlihat ke daerah lain bahwa kita merupakan daerah yg menerapkan syariat islam sehingga berbagai kegiatan sesuai dengan tuntunan agama," katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat di seluruh kabupaten/kota untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang belum tentu dapat dipercaya kebenarannya.

Baca juga: Wagub imbau masyarakat tak ikut-ikutan demo anarkis, Aceh berbeda



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025