Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pengungsi bencana Sumatera mengalami penurunan yang jumlahnya saat ini tercatat sebanyak 242.174 orang di tiga provinsi.
"Pengungsi ini terus menurun dengan puncak pada 8 Desember 2025 dan kita lihat seiring dengan peningkatan dari jumlah hasil pencarian pertolongan jumlah korban yang hilang juga makin berkurang," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Data BNPB memperlihatkan bahwa puncak pengungsi banjir dan longsor Sumatera mencapai 1.057.450 per 8 Desember 2025 dibandingkan 242.174 orang sampai dengan hari ini.Dia menjelaskan bahwa jumlah pengungsi paling tinggi berada di Aceh dengan jumlah 217.780 orang. Tiga kabupaten/kota dengan jumlah pengungsi paling banyak di Aceh adalah Aceh Tamiang dengan 74.735 orang, Aceh Utara 67.876 orang, dan Gayo Lues dengan 19.906 orang.
Baca: BNPB: Korban meninggal bencana Sumatera 1.177 orang per 4 Januari
Sementara itu, di wilayah Sumatera Utara masih terdapat pengungsi 13.540 orang dan di Sumatera Barat tercatat 10.854 orang.
"Per hari ini, Selasa 6 Januari 2026, masih ada penambahan dari Tapanuli Tengah korban meninggal dunia satu jiwa sehingga total korban per hari ini menjadi 1.178 jiwa," kata Abdul.
Dia mengatakan bahwa pemerintah menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya para korban bencana.
Data BNPB menunjukkan bahwa 147 orang masih berstatus hilang akibat bencana tersebut. Korban hilang paling banyak terdapat di Sumatera Barat dengan 74 orang, Sumatera Utara 42 orang, dan Aceh 31 orang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPB laporkan jumlah pengungsi bencana Sumatera terus turun
Pewarta: Prisca Triferna ViolletaEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026