Banda Aceh (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh menyatakan ketersediaan beras di Aceh mencapai 30 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Juni atau saat Idul Fitri mendatang.
“Jadi stok untuk menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri ini sudah aman, sudah cukup,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh Ihsan di Banda Aceh, Senin.
Ihsan menjelaskan bahwa saat ini Bulog terus menyerap gabah dan beras dari petani sehingga stok diperkirakan akan terus bertambah.
Baca juga: Bulog serap 60 ton beras hasil panen petani di Aceh Barat Daya
Dia mencatat penyerapan saat ini sudah mencapai 5 persen dari target yang ditetapkan, yaitu sekitar 49-54 ribu ton.
“Kalau sekarang ini baru sekitar 5 persenan. Dari target kita 49-54 ribu ton. Sekarang posisinya sekitar 3,4 ribu ton," katanya.
Sejauh ini, kata dia, penyerapan gabah dan beras dari petani lokal tersebut dapat memenuhi kebutuhan beras di Provinsi Aceh.
“Kalau saya lihat sejauh ini ya, kita cukup. Apalagi saya lihat data pertanian itu, ada 1.6 juta ton. Kalau kita anggap dibagi dua saja, dijadikan beras itu kan masih ada sekitar 600-700 ribu ton. Sementara kita butuh hanya 49-54 ribu ton,” katanya.
Ihsan menambahkan bahwa harga pembelian gabah dari petani sebesar Rp6,5 ribu per kg, sedangkan untuk beras dibeli dengan harga Rp12 ribu per kg.
Sementara itu, pantauan Antara, harga beras di Banda Aceh relatif stabil. Beras Harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp65 ribu per karung (5 kg) atau Rp13 ribu per kg.
Adapun beras super premium dijual Rp220 ribu (karung 15 kg), Rp150 ribu (karung 10 kg), dan Rp25 ribu per bambu.
Beras kategori premium Rp 210 ribu (karung 15 kg), Rp145 ribu (10 kg), dan Rp24 ribu per bambu, sedangkan beras kategori medium dijual Rp200 ribu (karung 15 kg), Rp 140 ribu (karung 10 kg), dan Rp23 ribu per bambu.
Baca juga: BPS catat 96,6 persen komoditas impor Aceh didominasi beras
Pewarta: Nurul HasanahEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025