Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh menyatakan bantuan logistik dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhadap bencana hidrometeorologi di Aceh mulai didatangkan ke tanah rencong, termasuk bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Sejak kemarin bantuan pusat mulai tiba yaitu dari BNPB dan Presiden, tadi malam bantuan logistik untuk masyarakat terdampak dari Presiden juga sudah tiba di Banda Aceh menggunakan pesawat hercules TNI," kata Juru Bicara Pemprov Aceh, Muhammad MTA, di Banda Aceh, Sabtu.

Dirinya menyampaikan, berbagai langkah koordinasi dan komando pengendalian bencana terus dilakukan lintas instansi di Aceh. 


Baca juga: Update Bencana Aceh, Gajah ditemukan mati akibat banjir di Pidie Jaya

Dari provinsi, bantuan logistik mulai diturunkan sejak peringatan potensi bencana dari BMKG (Selasa (18/11), sebagai support potensi bagi BPBD kabupaten/kota, dan sampai hari ini masih terus berlanjut. 

Dirinya menuturkan, pendistribusian logistik bantuan yang tidak dapat ditembus via darat, kemungkinan diantarkan lewat jalur udara, seperti wilayah tengah Aceh, menggunakan helikopter TNI dan Polri.

Drop bantuan untuk wilayah tengah akan memusatkan konsentrasi logistik di Bandara Malikussaleh dan Bandara Cut Nyak Dhien sebagai pusat distribusi menggunakan helikopter.

"Helikopter yang akan digunakan milik TNI tiga unit dan dari Polri satu unit," ujarnya.

Secara khusus, lanjut MTA, posko bencana kabupaten/kota juga telah mendapat support sarana telekomunikasi StarLink bantuan pusat bawah kendali distribusi TNI. Alhamdulillah, komunikasi mulai terkendali. 

"Kita berharap semua pihak saling berangkulan fokus penanganan darurat. Kita hindari informasi provokatif yang dapat mengakibatkan resistensi ditengah bencana," katanya.

MTA menambahkan, walaupun status bencana sumatera ini tidak ditetapkan bencana nasional oleh pemerintah pusat. Tetapi, harus dipahami bersama pemerintah pusat telah berkonsentrasi besar dalam penanggulangan bencana di Aceh.

"Berbagai koordinasi pemerintahan dan instansi terkait berjalan baik dan terkendali. Mari kita dukung pemerintah dalam upaya penanggulangan ini," demikian Muhammad MTA.

Sebagai informasi, bencana hidrometeorologi baik banjir maupun longsor terjadi sejak 18 November 2025 telah, berdampak pada 16 dari 23 kabupaten/kota se Aceh.

Hingga saat ini, berdasarkan laporan BNPB, musibah di Aceh telah menelan 35 korban jiwa, 25 hilang, dan delapan orang terluka, serta 4.846 keluarga  mengungsi. Jumlah angka tersebut kemungkinan bertambah karena masih ada daerah banjir yang terisolir.


Baca juga: Dirut: Bireuen jadi titik fokus perbaikan tower PLN



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025