Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh memastikan sebanyak 2.500-an masyarakat di dataran tinggi Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, kabupaten setempat mengungsi pasca bencana banjir bandang yang terjadi pada Kamis (27/11) lalu.

“Saat ini pemerintah daerah melalui BPBD Nagan Raya telah memasang tenda darurat di badan jalan di atas bukit guna menampung masyarakat yang mengungsi,” kata Kepala Bagian Protokol Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Arafik Karim kepada ANTARA, Sabtu.

Pemasangan tenda darurat tersebut dilakukan oleh Pemkab Nagan Raya, sebagai upaya untuk melindungi masyarakat yang saat ini khawatir dengan bencana alam susulan.


Baca juga: Update Bencana Aceh, Gajah ditemukan mati akibat banjir di Pidie Jaya

Arafik Karim mengatakan sebagian besar masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh hingga saat ini tidak berani tinggal di rumah karena masih trauma pasca bencana.

Selain itu, hingga saat ini sebagian besar masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh kehilangan tempat tinggal dan mengalami kerusakan akibat bencana alam.

Selain memasang tenda darurat, kata Arafik Karim, Pemkab Nagan Raya melalui BPBD telah menggelar dapur umum guna memenuhi kebutuhan logistik masyarakat yang saat ini mengungsi di dataran tinggi.

Pemkab Nagan Raya hingga saat ini juga masih melakukan pendataan terhadap jumlah masyarakat yang kehilangan rumah pasca bencana alam banjir bandang, termasuk mendata kerusakan sarana publik di kawasan dataran tinggi setempat.

Selain kerusakan rumah, banjir bandang di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh juga menyebabkan satu unit jembatan lintas Nagan Raya-Aceh Tengah putus total akibat terseret arus sungai, demikian Arafik Karim.


Baca juga: Update Bancana Aceh: 35 meninggal, 25 hilang, 4.846 KK mengungsi



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025