Banda Aceh (ANTARA) - Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan mengevakuasi sebanyak 558 korban banjir di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, menyusul meningkatkan debit air di wilayah tersebut.
Komandan Kodim 0107 Aceh Selatan Letkol Inf Andrino DN Lubis di Aceh Selatan, Sabtu, mengatakan evakuasi berlangsung sejak Jumat (28/11) malam. Ratusan warga terdampak banjir tersebut dibawa ke tempat pengungsian.
"Ada sebanyak 558 korban banjir di Trumon Tengah dievakuasi menyusul meningkatnya debit banjir di wilayah tersebut. Saat ini, mereka ditempatkan di dua tempat pengungsi," katanya.
Adapun titik pengungsian korban banjir tersebut yakni posko utama di Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh dan Posko Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah.
Ia menyebutkan ketinggian banjir sudah mencapai 150 centimeter. Kondisi banjir di wilayah tersebut semakin mengkhawatirkan, sehingga warga membutuhkan evakuasi ke tempat lebih aman.
Baca: Pemkab Aceh Selatan salurkan bantuan masa panik korban banjir
"Intensitas hujan yang tinggi serta meluapnya aliran sungai menyebabkan air terus naik dan merendam pemukiman warga. Situasi ini memaksa langkah cepat dan terkoordinasi agar keselamatan masyarakat tetap terjamin," katanya
Saat proses evakuasi, kata dia, tim gabungan melintasi genangan air dengan ketinggian mencapai 150 centimeter dan penerangan terbatas. Tim gabungan juga memastikan jalur dilewati aman dari arus deras maupun material terbawa banjir.
Tim terus bergerak menembus malam menggunakan perahu karet dan alat keselamatan evakuasi. Evakuasi diprioritaskan kelompok rentan seperti warga lanjut usia, balita, anak-anak, dan ibu hamil.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami memastikan seluruh warga terdampak berada di lokasi aman. Kami juga meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti arahan tim," kata Andrino DN Lubis.
Dandim 0107 Aceh Selatan juga menginstruksikan seluruh bintara pembina desa (babinsa) untuk terus memantau wilayah terdampak banjir serta berkoordinasi dengan aparat desa, memberikan laporan perkembangan secara berkala.
"Situasi ini belum sepenuhnya normal. Seluruh personel diminta tetap siaga. Sinergi dan kecepatan respons cepat diperlukan agar masyarakat mendapat perlindungan dan bantuan secepat mungkin," kata Andrino DN Lubis.
Baca: Pemkab Aceh Selatan bangun jembatan darurat buka akses korban banjir
Pewarta: Risky Hardian SaputraEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2025