Banda Aceh (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Muntasir Ramli menyatakan lima desa di Kabupaten itu yakni Langkahan, Kuta Makmur, Samudera, Murah Mulia, Sawang, Muara Batu, Nisam dan Lapang masih terisolasi akibat banjir yang disebabkan tingginya intensitas hujan dan cuaca ekstrem.

“Saat ini pemerintah kabupaten bersama dengan instansi terkait sedang mendistribusikan bantuan masa panik ke kecamatan-kecamatan terdampak banjir yang nantinya akan didistribusikan ke gampong-gampong yang menjadi pusat pengungsian,” katanya dihubungi di Banda Aceh, Jumat.

Ia menjelaskan Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil yang akrab di sapa Ayah Wa telah mengajukan penambahan bantuan ke Presiden Prabowo Subianto melalui BNPB karena persediaan logistik yang ada semakin menipis.

Baca juga: Polda Aceh kerahkan 855 personel BKO penanganan bencana
 

Ia juga mengatakan dalam distribusi logistik ke lokasi pengungsian, pihaknya mengalami kendala akibat transportasi darat lumpuh dan tidak bisa dilalui karena genangan air.

Adapun kondisi terkini di Aceh Utara jaringan komunikasi di wilayah Aceh Utara (blackout/padam), transportasi lumpuh dari jalan lintas nasional ke kabupaten, Kecamatan dan Desa, listrik padam dan distribusi air terhambat akibat kerusakan pipa PDAM diterjang banjir dan memasuki hari ke 3 tanggap darurat bencana, masih banyak warga yang terjebak banjir, belum bisa dievakuasi akibat keterbatasan personil dan peralatan SAR.

Data sementara dari BPBD Aceh Utara. Kamis (28/11) Pukul.12.30 WIB, korban  banjir sebanyak 20.047 Kepala Keluarga (54.474 jiwa)  dengan warga yang mengungsi  17.119 Kepala Keluarga (55.287 jiwa) yang tersebar di 36 titik dari 22 Kecamatan

Adapun pengungsi prioritas, Ibu Hamil 64 jiwa, balita 490 jiwa, lansia 526 jiwa dan disabilitas 12 jiwa.

Banjir merusak rumah warga dengan kondisi 22 unit rusak berat, sedang 67 unit dan ringan 50 unit, sawah terendam 680 hektar dan Tambak 571 hektar dan tanggul rusak 9 dan dua jembatan putus.
Bencana alam yang terjadi di Aceh Utara ikut menelan korban jiwa berjumlah enam orang.

Baca juga: Masih ada tawa di tengah bencana Aceh



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025