Pidie Jaya (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mengerahkan belasan alat berat untuk menyambung Jalan Lintas Sumatera rute Banda Aceh-Medan yang terputus akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
"Targetnya kita membersihkan sedimen lumpur selesai dalam dua hari dan menyambung jalan yang terputus ke Jembatan Mereudue," kata Pejabat Pembuat Komitmen 1.2 BPJN Aceh Rita Marleni kepada ANTARA di Pidie Jaya, Jumat.
Ia menjelaskan alat berat mulai bekerja sejak Jumat pagi setelah banjir mulai surut di daerah Mereudue. Alat berat yang dikerahkan antara lain 12 dump truk, dua eskavator, dua grader dan loader.
Baca juga: Update bencana Aceh, Polri datangkan helikopter untuk mempercepat penanganan bencana
Hingga Jumat sore, menurut dia, alat berat belum bisa menjangkau titik longsor utama di Jembatan Mereudue karena lumpur yang tebal menutupi badan jalan nasional itu.
"Banjir sudah surut, tapi sedimen lumpur sangat tebal yang mencapai 50 sentimeter hingga satu meter," kata Rita.
Ia mengatakan tantangan yang dihadapi petugas dalam bekerja adalah akses untuk BBM alat berat dan tidak ada jaringan telekomunikasi. Hingga kini jaringan listrik dan komunikasi masih terputus.
Tim BPJN Aceh merencanakan akan menimbun jalan yang terputus ke Jembatan Mereudue. Namun, itu baru bisa dilakukan setelah material lumpur di badan jalan sudah bersih dan ketika arus sungai tidak lagi deras.
"Bagian jalan yang terputus ke jembatan panjangnya 50 meter dan lebar 11 meter. Kita akan melakukan penimbunan saja dan memperkuat kedua sisinya karena konstruksi jembatan masih berdiri," katanya.
Aceh kini berstatus tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Proses penyaluran bantuan dan evakuasi masih terhambat karena banyak jalan dan jembatan yang terputus, salah satu titik yang terparah di Kecamatan Mereudue, Kabupaten Pidie Jaya.
Alat berat Kementerian PU akan bekerja siang dan malam agar proses penyambungan jalan cepat selesai.
Baca juga: Kodam IM kerahkan pasukan TNI AD bantu warga terdampak bencana Aceh
Pewarta: FB AnggoroEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025