Banda Aceh (ANTARA) - Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar menyatakan dua jembatan yang menghubungkan antar desa putus akibat banjir dengan hujan intensitas tinggi yang melanda daerah itu dan Aceh umumnya.
"Saat ini Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai mendata infrastruktur yang rusak akibat banjir terutama jembatan yang putus," kata Sayuti Abubakar di Lhokseumawe, Jumat.
Ia menjelaskan data sementara dua jembatan yang putus diterjang banjir tersebut yakni berada di Gampong Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat dan satu lagi di Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Dua.
Ia mengatakan putusnya dua jembatan tersebut mengakibatkan lumpuhnya akses antardesa di dua gampong yang juga terdampak banjir.
Menurut dia untuk membangun kembali dua jembatan tersebut membutuhkan dana sekitar Rp7 miliar.
Baca: Banjir makin tinggi di Lhokseumawe, sekolah terpaksa libur
Ia mengatakan dampak kerusakan tersebut belum lengkap karena banyak tempat yang belum bisa diakses dan yang sudah masuk laporan dua jembatan.
"Kami memastikan distribusi bantuan tetap dilalukan secara maksimal, meski harus menggunakan jalan kaki atau motor.
"Kami juga telah melaporkan kerusakan ini ke pemerintah pusat dan provinsi guna dilakukan penangan tindak lanjut," katanya.
Jembatan yang rusak tersebut saat ini telah dipasang batang pohon dan hana dapat dilalui oleh roda dua.
Pihaknya mengimbau kepada warga untuk tetap waspada saat melintasi sarana yang rusak dan segera melaporkan jika terdapat bangunan lainnya yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Baca: Pemkot Lhokseumawe Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor, percepat penanganan
Pewarta: M IfdhalEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2025