Nagan Raya (ANTARA) - Bencana alam banjir bandang yang terjadi di kawasan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh hingga Jumat (28/11) dilaporkan telah menghancurkan satu unit masjid, jembatan dan rumah milik masyarakat setempat.
“Sudah banyak rumah warga yang hancur akibat banjir, masjid juga hancur, tempat usaha warga juga porak-poranda,” kata Sudirman, warga Beutong Ateuh, Nagan Raya yang dihubungi via telepon, Jumat sore.
Ia mengatakan bencana alam banjir bandang yang terjadi pada Rabu hingga Kamis (26-27/11) lalu juga menghancurkan satu unit pos polisi dan pos TNI yang ada di kawasan dataran tinggi setempat.
Baca juga: Update bencana Aceh, Polri datangkan helikopter untuk mempercepat penanganan bencana
Banjir juga turut merusak aneka sarana publik dan areal perkebunan milik warga, termasuk memutus satu unit jembatan penghubung antara Nagan Raya dan Aceh Tengah di kawasan Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.
Hingga Jumat sore, kondisi di kawasan pedalaman setempat dilaporkan masih dilanda banjir dan telah banyak lahan warga berubah menjadi sungai yang sangat luas, kata Sudirman.
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Agussalim kepada ANTARA, Jumat mengatakan kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana alam banjir bandang di Beutong Ateuh, kabupaten setempat tergolong sangat parah.
“Banyak kerusakan yang terjadi akibat bencana alam ini,” katanya.
Hingga saat ini BPBD Nagan Raya Aceh masih terus berupaya melakukan pendataan terhadap kondisi kerusakan yang dialami oleh masyarakat, termasuk memastikan ada tidaknya warga yang menjadi korban dalam bencana alam di kawasan tersebut, demikian Agussalim.
Baca juga: Update Bencana Aceh, BPBD Nagan Raya distribusi 8.000 liter air bersih untuk korban banjir
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025