Banda Aceh (ANTARA) - Kodam Iskandar Muda (Kodam) mengerahkan 40 personel untuk membantu penanganan warga terdampak banjir dan longsor di Desa Pameu, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh pada Kamis (27/11).

"Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan keselamatan warga. Setiap prajurit bekerja dengan penuh tanggung jawab, karena bencana seperti ini membutuhkan respons cepat, terukur, dan terkoordinasi,” kata Komandan Brigif TP 90/YGD Kolonel Inf Hulisda di sela-sela memimpin langsung operasi penanganan bencana di lapangan di Aceh Tengah, Kamis (27/11).

Ia menjelaskan kehadiran prajurit TNI bagian dari tugas negara dalam memberikan perlindungan dan keamanan warga yang tertimpa bencana alam.

Baca juga: Update bencana Aceh, Pemkot Lhokseumawe kirim bantuan ke gampong yang terisolir

Puluhan prajurit yang diturunkan tersebut, yakni dari Brigif Teritorial Pembangunan (TP) 90/Yudha Giri Dhanu (YGD) bersama Yonif TP 854/Dharma. Seluruh personel dikerahkan sejak pagi hari untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.

Banjir dan longsor di Aceh Tengah dipicu hujan deras berkepanjangan sejak dini hari, mengguyur kawasan dataran tinggi itu, mengakibatkan longsor besar di beberapa titik dan menimbun badan jalan dengan material tanah, batu besar, dan lumpur tebal.

Luapan air dari perbukitan juga memasuki permukiman warga, merusak rumah, dan fasilitas umum di Desa Pameu.

Pihaknya juga berupaya melakukan pembukaan akses jalan yang menjadi fokus utama dengan peralatan manual dan alat bantu seadanya. Para prajurit bekerja bersama warga, relawan, dan petugas dari pemerintah daerah, memindahkan batu-batu besar dan tumpukan tanah yang menghambat jalur transportasi.

Prajurit juga melakukan evakuasi terhadap sejumlah kendaraan yang terseret banjir dan tertimbun material longsor. Para prajurit memastikan tidak ada korban yang tertinggal di dalam kendaraan dengan melakukan pemeriksaan secara teliti.

Pihaknya juga mengevakuasi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan warga sakit yang diarahkan menuju titik pengungsian yang aman dari risiko bencana.

Warga Desa Pameu menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kesigapan TNI di tengah situasi darurat. Bantuan cepat dan terarah yang diberikan dinilai membantu mempercepat proses evakuasi dan mengurangi risiko korban jiwa.

Panglima Kodam Iskandar Muda (IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo menginstruksikan seluruh satuan di jajaran kodam setempat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.

Ia memastikan seluruh sumber daya TNI AD dikerahkan secara terukur, mulai dari personel, peralatan evakuasi, perahu karet, alat berat, hingga Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB).

Kodam IM juga menyiapkan posko kesehatan, dapur lapangan, serta mendukung distribusi bantuan logistik agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. 

“TNI hadir untuk rakyat. Kami akan terus berada di garis depan membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanganan bencana. Semoga upaya ini dapat mempercepat proses pemulihan dan mengurangi risiko bagi warga,” kata dia.

Saat ini, prajurit TNI di seluruh Provinsi Aceh tetap bersiaga. Pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan cuaca serta kemungkinan bencana susulan.

Ia berharap, upaya bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu mempercepat pemulihan kondisi dan meminimalkan dampak lanjutan bagi warga terdampak bencana alam.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kodam IM kerahkan pasukan, bantu warga terdampak banjir

Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025