Aceh Barat (ANTARA) - Harga bumbu dapur jenis cabai rawit yang dijual pedagang di Kompleks Pasar Bina Usaha Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat tembus mencapai Rp250 ribu/kg dari sebelumnya di angka Rp40 ribuan/kg sehingga membuat masyarakat di daerah tersebut kewalahan.

“Naiknya harga jual cabai rawit ini membuat kami mengeluh, naiknya sangat tajam sekali,” kata Zulhelmi, warga Meulaboh, Aceh Barat kepada ANTARA, Jumat.

Selain cabai rawit, pantauan ANTARA, harga cabai merah ikut melambung tinggi dengan harga jual mencapai Rp200 ribu/kg dari sebelumnya berada di angka Rp50 ribuan/kg. 

Baca juga: Update Bencana Aceh: Darurat Bencana Ditetapkan, 22 meninggal, 20.759 orang mengungsi
 

Sedangkan harga jual telur ayam bergerak naik di angka Rp60 ribu/papan isi 30 butir dari sebelumnya di harga jual Rp48 ribu/papan hingga Rp52 ribu/papan. Untuk komoditi bawang merah juga dijual di angka Rp60 ribu/kg dari sebelumnya Rp50 ribuan/kg, dan bawang putih di angka Rp40 ribu/kg.

Zulhelmi berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi naiknya harga jual bahan bumbu dapur sehingga tidak menyebabkan kepanikan di masyarakat, akibat tingginya harga jual bahan pangan.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Barat, Kamarlisnur yang dikonfirmasi terpisah membenarkan naiknya sejumlah bahan pangan khususnya bumbu dapur di Aceh Barat karena putusnya rantai pasokan akibat bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera Utara.

“Naiknya harga jual bumbu dapur karena pasokan dari Aceh Tengah dan Sumatera Utara terhenti akibat bencana alam,” katanya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berupaya menyiapkan langkah untuk menggelar pangan murah di masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau karena telah disubsidi oleh pemerintah daerah.

“Mulai Sabtu (29/11) besok kita siapkan pangan murah,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengimbau masyarakat tidak panik dengan kenaikan harga jual bumbu dapur, dan meminta pedagang agar tidak mengambil keuntungan dengan memanfaatkan momentum bencana alam untuk menaikan harga jual bahan pokok, demikian Kamarlis.


Baca juga: Dampak banjir meluas, BPBD Aceh Besar buka posko siaga darurat banjir



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025